Alih Fungsi Jalan dan Trotoar Menjadi Tempat Berdagang

0
29

Reporter : M Rahmat

modusinvestigasi.com, Tasikmalaya -Menindak lanjuti permasalahan tentang pembongkaran trotoar, seolah olah di Abaikan.

Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

“Sekarang di kota tempat saya tinggal semakin macet saja. Tidak hanya karena ada pembangunan dimana-mana, tetapi juga karena ada jalan-jalan yang ditutup pemda untuk pasar, bahkan trotoar juga dijadikan tempat berdagang. Apa dasar hukum dibolehkannya tindakan pemda tersebut ?.

Memang bisa peruntukan jalan justru menjadi tempat berdagang para pedagang kaki lima?  Salah satu contoh di jalan  babakan selakaso, kecamatan cihideung kelurahan cilembang kota Tasikmalaya di lingkungan RT 02/02.

Bahkan ke pihak kepengurusan setempat pun tidak ada laporan tentang pembongkaran trotoar tersebut , ketika tim menelusuri ke dinas terkait,  bahkan satpol pp pun sudah memberi teguran, namun tidak mengindahkan atas teguran tersebut. Dan oleh bidang jalan pun sudah di panggil, tetapi yang mempunyai toko tidak memenuhi panggilan tersebut Ada apa?” Tandasnya.

Gangguan Fungsi Jalan dan Fasilitas Pejalan Kaki Menurut UU Lalu Lintas, Walaupun dalam UU LLAJ tidak diatur mengenai penutupan jalan untuk berdagang/berjualan, akan tetapi UU LLAJ mengatur mengenai sanksi pidana jika terjadi gangguan fungsi jalan dan fasilitas pejalan kaki (trotoar).