Atap Gedung Seni Rubuh, Akibat Angin Kencang

0
26

Modusinvestigasi.com,┬áSumedang – Akibat angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan atap gedung pusat kegiatan kebudayaan dan kesenian ‘Geo Theater’ yang berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Kabupten Sumedang, ambruk pada Selasa (8/12/2020) malam.

Gedung yang biasa dipakai oleh penggiat seni dan budaya di Kabupaten Sumedang ini dibangun sekitar 10 bulan lalu oleh dinas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, gedung Geo Theater ini hampir 80 persen hancur pada bagian atap, serpihan atap bangunan pun berserakan di bagian lantai gedung.

Dengan adanya kejadian ini, gedung ambruk tersebut menjadi pusat perhatian dan juga tontonan warga sekitar. Sehingga Pihak kepolisian dari Polsek Rancakalong, Sumedang memasang garis polisi di tempat kejadian, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut salah seorang saksi, atap bangunan Geo Theater rusak setelah diterjang angin kencang sekitar pukul 19.30 WIB malam.

“Pada saat kejadian angin sangat kencang di kawasan ini, tiba-tiba langsung menerjang bangunan pada bagian atap gedung,” kata Ade saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (9/12/2020).

Ade menyebutkan bahwa gedung ini baru saja dibangun sekitar 1 tahun yang lalu oleh pemerintah Kabupaten Sumedang. Namun saat ini hampir seluruh atap gedung Geo Theater rusak parah.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ambruknya gedung kesenian itu, sebab kondisi di dalam gedung tengah kosong.

“Beruntung saat kejadian tidak ada aktivitas di dalam gedung, sehingga tidak menyebabkan adanya korban,” ujar Ade.

Sementara, Kapala Dinas Perumahan kawasan pemukiman dan pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sumedang, Gungun A Nugraha mengatakan, pihaknya akan mengkaji robohnya atap bangunan gedung Geo Theater Sumedang, yang ambruk diterjang angin kencang.

Gungun mengaku saat ini pihaknya akan menunggu hasil kajian dari Tim Konsultan perencanaan, terkait robohnya atap gedung Geo Theater tersebut.

“Konsultan perencanaannya tadi pagi-pagi sudah ke sini. Jadi mereka punya hak cipta untuk membangun ini, dan mereka juga harus mengkaji sendiri terkait robohnya atap bangunan Geo theater ini,” ucap Gungun.

Gungun mengaku, dengan ambruknya atap bangunan Geo theater ini, tentunya sebelumnya tidak diperhitungkan dari awal bagaimana cara manghadapi bencana angin.

“Gedung serbaguna ini dibangun pada tahun 2019 lalu, dengan anggaran Rp.3,9 Miliar yang bersumber dari dana Bantuan Provinsi Jawa barat,” ucapnya.

Menurutnya, pengerjaan gedung Geo Theater ini sudah sesuai dengan spesifikasi dan juga sedang diawasi oleh konsultan pengawas.

“Jadi menurut saya, robohnya atap bangunan ini murni oleh angin yang kencang. Dan pihaknya sudah koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumedang, dari segikebencanaanya,”ucapnya. (AMS)