Biadab & Tak Bermoral, Oknum Ketua DKM dan Anaknya Aniaya Pelajar Kelas 4 SD Dengan Tragis

0
487

Modusinvestigasi.com | Tasikmalaya

Reporter : Tim KMI Tasikmalaya

Anak adalah dambaan bagi semua kedua orang tuanya serta anak  selalau jadi panutan dan harapan untuk masa depan yang akan raih untuk menempuh kehidupan serta cita citanya yang selalu impikan dalam hal itu jelas semua bagi kedua orang tua selalu mendambakan harapannya agar supaya keinginan anak tercapai apa yang akan impikan demi cita cita impiannya terwujud dengan kenyataan alangkah bahagianya kedua orang tua bila mana cita cita itu jadi kenyataan

Tapi dengan itu harapan dan impian terkadang ada yang terwujud dan ada pula yang tidak bisa terwujud dengan harapannya yang sudah di cita cita dari sejak anaknya mulai masuk jenjang pendididkan selama yang di perlukan dalam jeda waktu masa meraih ilmu yang di tentukan

Namung yang di khawatirkan sebagai Narasumber masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya ada salah satunya anak didik pelajar Sekolah Dasar Negeri Cihurip yang di bawah naungan UPT. Manonjaya Kec. Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Rabu 05/10/2019, jam 11 : 00 Wib telah terjadinya penganiayaan di lingkungan sekolah yang sangat tragis yang di lakukan oleh 2 orang dewasa dan sebagai pelakunya berinisial ” Y ” dan ” A.S ” kedua orang tersebut adalah bapak dan anak kandungnya yang menganiaya anak orang lain berinisial ” R ” yang duduk di bangku kelas 4

Dengan kronologis asal mulanya terjadi penganiayaan tersebut ya itu siswi S membeli makanan ringan mie seblak yang tidak jauh dari halaman sekolahnya, trus di bawa ke dekat ruang kelasnya karna waktu itu lg jam istirahat, dengan tiba tiba datanglah R yang tidak sengaja mie seblak yang masih di tangannya S tersenggol R dan tiba tiba tumpah ke kaki temannya yang berinisial D, tapi dengan itu tiba tiba juga siswi yang berinisial L sambil marah marah kepada R bahwa makanan ringan mie seblak itu harus di ganti/beli lagi, dengan tiba tiba lagi R jengkel mendengar perkataan L harus di ganti lagi dan akhirnya R nendang pintu sekolannya, terus L merasa ketakutan melihat R nendang pintu dan akhirnya L bilang ke orang tuanya yaitu ” Y ” selang beberapa lama kurang lebihnya 1 jam dari percekcokan siswa dan siswinya datanglah orang tuanya L masuk ke dalam halaman sekolah dan lagian sekolah sudah mulai lagi masuk jam pelajaran pas kebenaran R itu lagi berada di dalam ruangan kelas dan terus di panggil keluar oleh orang tuanya melalui gurunya, dengan tiba tiba R keluar ruangan kelas dan di situlah terjadinya penyiksaan/penganiayaan terhadap R oleh ” Y ” dan “AS” ( Anak dan Bapaknya ) di yang tidak jauh dari halaman sekolah itu dengan sasaran penyiksaan itu di antara seputaran muka. Ungkapnya

Yang di sesalkan dalam penganiaan itu apa dan maksud tujuan 2 orang itu,,,,,,,,,,,? Sedangkan R itu seharus punya permasalahannya dengan antara S dan D tapi ko yang jadi sewotnya L,,,,,,,,? Dan pula bapaknya L ” Y ” dan ” AS ” yang jadi punya rasa amarahnya dilampiaskan ke R serta kenapa juga sebagai Guru Pengajarpun bisa berani beraninya mempersilahkan R kepada ” Y ” dan padahalkan itu tau R lagi posisi dalam jam belajar,,,,,,,,,? ketika sudah terjadinya penganiaan siapa yang akan bertanggung jawab dalam hal itu,,,,,,,,,,? ketika dalam penganiaan tersebut sebagai guru yang memberikan mata pelajarannya pun juga tahu bahwa R dalam posisi teraniaya dan pula tidak di berhentikan/ stop tahu R sedang terhempit teraniaya oleh ” Y ” dan ” AS ” dengan penganiayaan itu yang sangat biadab dan tragis serta tak bermoral padahal ” Y ” itu orang yang paling terpandang dan yang paling terhormati di daerah seputaran wilayah Desa Batusumur karna dia itu sebagai tokoh masyarakat dan pula sebagai Ketu Dewan Kemakmuran Mesjid ( DKM ) dan pula sebagai anaknya pun juga ” AS ”  yang sangat di segani oleh masyarakat setempat

Yang tercantum dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

Maka dalam hal untuk saat ini mita akan melakukan penyelidikan terhadapnpelaku kekerasan terhadapnanak di bawah umur ini, dan nantinya jika terbukti pelaku akan di kenakan dengan sanki hukuman penjara minimal 5 tahun sesuai dengan Undang Undang No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, aturan tentang penganiayaan anak ini di atur khusus dalam Pasal 76 C UU 35/2014 yang berbunyi: Setiap Orang di larang menempatkan, membiarkan, melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak, dan jika ada yang melanggar pasal tersebut, ancaman hukumannya di atur dalam pasal 80 UU No 35 Tahun 2014

( 1 ) Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagai mana dimaksud dalam Pasal 76 C, dipidana dengan pidana penjara laling lama 3 ( tiga )  tahun 6 ( enam ) bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 72.000.000.00 ( Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah ).

( 2 ) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) luka berat, maka pelaku dinpidana dengan pidana penjara paling lama 5 ( lima ) tahun dan/denda paling banyak Rp. 100.000.000.00 ( Seratus Juta Rupiah ).

( 3 ) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat ( 2 ) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjarabpalaing lama 15 ( lima belas ) tahun dan/denda paling banyak Rp.3.000.000.000.00 ( Tiga Milyar Rupiah ).

( 4 ) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana di maksud pada ayat ( 1),  ayat ( 2), dan ayat apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.

Maka untuk itu jelas Undang Undang Republik Indonesia sudah mengeluarkan aturan, Orang yang melakukan kekerasan/penganiayaan terhadap anak dapatbdi hukum berdasarkan pasal 80jo. pasal 76 C UU 35/2014: pasal 76C UU 35/2014: Setiap orang dilarang menempatkan, membiarakan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak

Untuk itu sebagai Penegak Hukum khususnya Kepolisian Republik Indonesi dan Kejaksaan Republik Indonesia agar supaya usut dengan tuntas dalam hal mengenai penganiayaan terhadap nanak yang di bawah umur, karna anak tersebut adalah sebagai harapan bagi Bangsa dan Negara.***