Dua Hari Hujan Datang Berturut- turut Akibatkan Cilacap bagian Barat di landa Banjir

0
55

Reporter : Albert S

Modusinvestigasi.com, Cilacap – Akibat hujan datang selama dua malam, sehingga menimbulkan sungai tidak mampu menampung yang mengakibatkan air merembet kemana-mana sehingga beberapa kecamatan di wilayah barat Cilacap terkena dampaknya. Akibat dari tidak mampunya sungai menampung debit air hingga meluap kepersawahan warga dan pemukiman. Seluruh akses jalan Nasional maupun jalan kabupaten, total lumpuh. Masyarakat juga tak bisa beraktifitas di karenakan banjir melanda beberapa kecamatan di wilayah barat Cilacap. Demikian juga ternak warga tidak bisa keluar karena banjir.

Kejadian yang menimpa beberapa kecamatan di wilayah barat tepat nya dimulai hari selasa (16/11-20) dimalam hari. Tingginya curah hujan juga menghanyutkan jembatan Cimeneng di petak 23 area perhutani. Akibat tidak kuat nya tanggul sungai cimeneng kecamatan Bantar sari menahan derasnya luapan air hingga tanggul sungai cimeneng jebol. Belum dapat dihitung panjang tanggul yang jebol. Selain itu jembatan penghubung kecamatan Bantarsari dengan Rawa jaya kecamatan Rawa Apu terputus. Jembatan tersebut terputus disebabkan dampah yang hanyut terbawa banjir, sehingga terdampak dan menghanyutkan jembatan, sehingga jalan dari kecamatan Bantarsari menuju Rawajaya kini terputus. Demikian Kecamatan Cipari juga mengalami Amblasnya jalan lintas Provinsi Sekit lima puluh  centi meter jalan amblas, sehingga sulit di lewati kendaraan roda empat. Amblasnya jalan tersebut tepat nya di tapal watas Kecamatan Cipari menuju Kecamatan wanareja ditapal batas desa Cilongkrang. Seperti penuturan Camat Bantarsari, Drs Hari winarno kepada KMI dan juga keterangan Pers, dia mengatakan bencana yang melanda Cilacap bagian barat bukan kali ini terjadi, pada tahun 2017 silam juga terjadi banjir akibat curah hujan yang lebat namun yang terparah adalah tahun ini 2020. Sampai ber akibat patahnya jembatan penghubung dua kecamata yakni Kecamatan Rawa Apu dengan Kecamatan Bantar sari sehingga hubungan kedua desa jadi sulit.demikian tutur nya. BPBD juga sudah turun melakukan Cek and ricek sekaligus meng antisifasi  terjadinya hal yang lebih buruk. BPBD sudah siap jika hal terburuk terjadi. Mengingat cuaca yang tidak berhabat hingga Rabu siang tadi masih terjadi guyuran hujan walaupun kecil kapasitas hujannya. Oleh anggota dewan DPR RI dari fraksi Gerindra juga sudah turun dan ikut menyaksikan adanya bencana banjir. Novita wijayanti sudah turun kelapangan, dan menyaksikan banji yang melanda Cilacap bagian barat. Beruntung banjir tidak sampai merenggut nyawa warga.

Karena kejadian banji terjadi pada pukul 12.00 siang hari, jadi warga masih dalam keadaan bersiaga. Banjir yang kerap melanda cilacap bahagian barat, menjadi fokus pertanyaan apakah karena seluruh sungai tidak pernah di keruk oleh PUPRatauPSDA hingga air tidak lancar menuju kelaut ataukah keteledoran warga yang tidak mau membersihkan pinggiran sungai di seputar desa mereka ?. Ingat keselamat kita adalah tanggungjawab kita ,oleh sebab itu agar warga dengan ringan tangan membersihkan seputar kali. Jika itu di biar akan berakibat bagi di warga.