Gubernur Jabar Tinjau Penerapan AKB Di Obyek Wisata Pangandaran

0
163

Modusinvestigasi.com | Pangandaran

Reporter : Budi Setiawan

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, hariini melakukan kunjungan ke Kabupaten Pangandaran untuk memantau kesiapan menjalankan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di sektor pariwisata. Dengan didampangi Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati H. Adang Hadari, Forkopinda dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran melihat langsung ke lapangan di oyek wisata pekan lalu.
Usai melihat pelaksanaan AKB di ke beberapa hotel, pasar atau pusat perdagangan dan pelaku wisata lainnya,  kepada sejumlah awak media Kang Emil, sapaan akrabnya, menyampaikan, kunjungan ke Pangandaran ini merupakan kunjungan yang pertama kali ia lakukan pada saat pandemi covid-19.
“Pangandaran masuk zona biru, itu artinya 90% kegiatan boleh dilakukan walau masih dalam protokol kesehatan covid-19, kecuali yang 10 % di bidang pendidikan,”ujarnya.
Rindwan Kamil pun memuji Pemkab Pangandaran yang sudah menerapkan aturan-aturan pada masa pandemi ini, sehingga bisa terus ada pada status zona hijau. Dan kedisipilinan dalam menjalankan protkol kesehatan ini merupakan salah satu kelebihan bupati Pangandaran dan Forkopimda.
Ia menambahkan, untuk sementara ini pengunjung yang boleh masuk kawasan pantai Pangandaran yang berasal dari Jawa Barat saja dan ini juga berlaku untuk tempat wisata lainnya yang ada di Jabar, wisatawan pun harus bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil rapid tes. Dan jika tidak bisa menunjukan surat keterangan sehat  dari dokter, maka ini bisa melakukan tes Covid-19 di lokasi  dengan biaya Rp 200 ribu, dan ini lebih murah dibanding di daerah lain.
Jadi selain membeli tiket masuk, kata Kang Emil, saat memasuki pintu gerbang utama (toll gate) wisatawan pun akan diperiksa kelengkapan persyaratan tersebut dan jika tidak berkenan pengunjung pun silahkan putar balik.
Untuk pedagang pasar wisata, gubernur meminta kepada bupati agar membuat aturan wajib menggunakan face shield  (pembatas mika atau plastik) sehingga pelaksanaan protokol kesehatan di pusat oleh-oleh pariwisata Pangandaran menjadi contoh bagi tempat wisata lain.
Sementara usai makansiang di kawasan Kampung Turis pantai barat pamugaran, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, hari ini merupakan masa evaluasi  dibukanya obyek wisata Pangandaran untuk mendata mana yang sudah bagus dan mana yang masih harus diperbaiki, dan mungkin hari berikutnya akan dievaluasi semuanya.
“Saya meyakini penerapan AKB ini ada sudah bagus tapi mungkin di sektor lainnya masih ada yang kurang, tapisecara prinsip para pelaku wisata sudah membuat pernytaan kesanggupan menjalankan protokol covid-19, “ungkapnya.
Sementara untuk wisatawan sendiri, Jeje menilai sudah bagus. Karena selain diperiksa di pos cek point di perbatasan juga diperiksa di pintu masuk wisata.
Jeje juga mengakui, hingga saat ini wisata Pangandaran belum bisa menggeliat karena mungkin pengunjung belum semua tahu sarat yang harus diikuti pengunjung serta belum tahu ada rapid tes dengan biaya yang relatif murah.

“Tapi saya yakin dengan pemberitaan di beberapa media masyarakat akan tahu sehingga mereka pun tidak usah repot memeriksa kesehatan di tempat asalnya karena disini kami sudah menyediakan, “imbuhnya.
Jeje juga mengatakan, biaya rapid tes sebesar Rp 200 ribu ini nantinya akan dikonfensasikan dengan biaya terip hotel karena di masa pandemi ini pemkab Pangandaran tidak mewajibkan para pengusaha untuk membayar pajak hotel atau restoran.
Sementara saat diminta tanggapannya terkait Pekab Pangandaran terbaik dalam penerapan protokol esehatan terbaik se-Indonesia versi gubernur Jabar, Jeje mengatakan, sebenarnya ia baru tahu hal itu, karena secara prinsip sektor wisata ini merupakan gerakan ekonomi yang sangat luar biasa tapi resiko penularan juga cukup besar.
“Maka dari awal saya berpikir jika wisata dibuka maka penerapan protokolnkesehatan  ini harus tegas duterapkan baik pada wisatawan atau pun kepada para pelaku wisata itu sendiri, “tegas Jeje.
Jeje juga berharap agar masyarakat janagn euphoria, karena normal ini bukan seperti normal sebelum pandemi, pada new normal  kali ini protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan lainnya masih tetap harus dijalankan. ***