Kejanggalan Demi Kejanggalan Terus Di Temukan Di Proyek “GELAP” PUPR Cianjur

0
212

Modusinvestigasi.com | Cianjur 

Reporter : Veronica 

Hitungan tujuh belas hari pekerjaan, proyek betonisasi jalan milik dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, sudah dapat digunakan, Sabtu (22/2/20202). Padahal pekerjaan betonisasi itu baru dimulai tanggal 3 Februari 2020 dan terindikasi sebagai proyek “gelap” alias tak jelas.

Informasi dihimpun, betonisasi jalan sudah dapat digunakan per tanggal 20 Februari 2020, berarti tepat 17 hari dari pembangunan awal. Informasi tersebut di dapat dari pengakuan warga sekitar, karena papan proyek yang seharusnya wajib dipasang tak terlihat batang hidungnya.

Apalagi di laman resmi LPSE Cianjur pun belum ada pemenang dari semua tender yang diumumkan. Tak pelak hal itu menjadi sorotan.

Aktivis Cianjur, Ujang Ruslandi mempertanyakan proyek apa ini, siapa yang menjadi pemenang tendernya, dan anggaran tahun berapa serta dari mana anggarannya.

“Kalau dilihat secara kasat mata, panjang jalan diperkirakan sekitar 500 meter, sehingga kesimpulan awalnya tidak mungkin itu proyek penunjukan langsung atau PL,” ungkapnya, Senin (24/2/2020).

Menurut Ruslandi jika dihitung kasar, untuk pembangunan betonisasi sepanjang 1 kilometer dengan kualitas beton K350 membutuhkan anggaran sekitar 2 milyar, otomatis jika setengahnya jelas membutuhkan sekitar 1 milyar.

“Ini jelas janggal. Belum lagi ini proyek lompat tahun, dan baru dikerjakan di bulan kedua tahun 2020 yang notabene belum ada pemenang tender di LPSE,” tegasnya.

Ruslandi juga mempertanyakan penjelasan jawaban Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Doddy Permadi bahwa rekanan diberikan kompensasi dan tidak dikenakan denda. Banyak kejanggalan pada proyek ini, dari sistem pembayarannya, sistem pekerjaan lompat tahun padahal bukan proyek multi year, dan yang paling janggal papan proyek nya tidak ada.

“Pembangunan Dana Desa (DD) lompat tahun saja Offside, ini bagaimana. Dugaan ada permainan antara dinas dan penyedia harus didalami disini,” ucapnya.

Belum lagi menurut Ruslandi, betonisasi jalan baru dapat digunakan setelah 21 hari pekerjaan untuk mendapat hasil maksimal, itu sudah menjadi pengetahuan umum. Ini pekerjaan setengah ruas, berarti kali dua sekitar 42 minimal bisa digunakan.

“ini hanya dalam 17 hari jalan sudah bisa digunakan secara normal. Apa tidak khawatir penyedia dana jaminannya habis untuk pemeliharaan. Jelas ini sangat janggal,” pungkasnya.

Ruslandi mengatakan dalam waktu dekat akan mendatangi Dinas PUPR untuk meminta penjelasan.

“Pihak dinas harus bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat,” tegasnya.

Modusinvestigasi.com yang menemui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur Dody Permadi sekitar permasalahan ini tidak berada di kantornya, menurut beberapa staf, sedang dinas luar.  ***