Mantri H. Supriyadi Diduga Lakukan Malpraktik

0
169

Modusinvestigasi.com | Majalengka | Moh. Yahya

Menurut UU No 38 th 2014 program doctor keperawatan pasal 8 sebagaimana dimaksud perawat harus dapat membuktikan profesi tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan kesehatan secara bertanggungjawab, akuntabel, bermutu, aman. Makan profesi perawat harus dapat memberikan pelayanan secara professional bukan pelayanan hanya berdasarkan insting belaka tetapi harus sesuai dengan landasan keilmuan.

Pasien Awis Diduga Korban Malaprakti Mantri H. Supriyadi

Selain Mantri Kesehatan harus memiliki Surat Izin Praktik (SIPP) sebagai bukti tertulis yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka sebagai pemberian kewenangan untuk menjalankan praktik keperawatan

Seorang perawat atau mantri kesehatan yang telah lulus pendidikan keperawatan merupakan bagian integral pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat sebagai interaksi perawat dengan klien untuk mencapai tujuan kebutuhan dalam pelayanan kesehatan.

Lain halnya dengan H. Supriyadi selaku perawat atau istilah lain mantri suntik di Blok Jumat Desa Jatiwangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka terindikasi mengangakangi UU No. 38 Th 2014 diduga telah melakukan malapraktik yang tidak sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

Sekitar tanggal 3 Mei 2019 lalu, pasien yang bernama Awis istri dari Ketua RT Enda yang tinggal di Blok Sabtu, Desa Jatiwangi,Kecamatan Jatiwangi meminta pertolongan pelayanan kesehatan kepada H. Supriyadi karyawan RSUD Cideres yang juga sebagai mantri suntik  warga  Blok Jumat satu desa dengan pasien  untuk memeriksa kesehatan.

Kemudian H. Supriyadi melakukan advis tindakan infuse karena cairan habis total spontan pihak keluarga Awis panic segera memanggil mantri Surpriyadi. Ironisnya  Sang Mantri malah tidak mau bangun hingga dengan terpaksa karena Ketua RT Enda meminta bantuan kepada kepala desa setempat untuk memanggil H. Supriyadi setelah itu mantri Supriyadi baru datang kemudian membawa pasien Awis ke RSUD Cideres Kabupaten Majalengka.

Lebih heran lagi, H. Supriyadi berulang kali setiap mau dimintai keterangan selalu saja menghindar seakan alergi terhadap awak media, sementara Ketua Forum Perawat Kabupaten Majalengka, Mantri Yogi menyarankan agar Matri H. Supriyadi dapat ditemui untuk memberikan penjelasan atas kronologi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan Koran Modus Investigasi (KMI) belum mendapat respon untuk klarifikasi dari H.Supriyadi seolah-olah memandang sebelah mata kepada Tugas Pokok dan Fungsi seorang jurnalis.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here