Mitos Tanjakan Panganten Garut

0
19

Modusinvestigasi.com |GARUT |Yudaz / Dony

Konon, nama ‘Tanjakan Panganten’ diberikan lantaran pernah terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa sepasang pengantin. Bahkan, seluruh anggota rombongan yang berkaitan dengan kedua mempelai juga bisa terkena imbasnya.

Menurut cerita orang tua yang berkembang di lingkungan warga setempat, untuk menghindari kecelakaan, pasangan pengantin yang akan melewati jalan ini saat melintas di tanjakan ini calon penganten harus mengucap salam (minta izin lewat) lalu turun dari mobil, dan  tidak boleh dilewati secara berpasangan. Jika terpaksa, salah satu pengantin, baik pria maupun wanita, bisa berjalan lebih dulu dan menunggu di ujung tanjakan. Mitos ini bahkan masih dipercaya sampai sekarang.

Tanjakan Panganten terletak di Jalan Raya Pakenjeng-Pamulihan, Kampung Cisandaan, Desa Halimun, Kecamatan Pamulihan, Garut sekitar 50 kilometer dari pusat kota Garut.

Dari legenda yang berkembang berdasar penuturan masyarakat sekitar, tanjakan ini konon menjadi sangat angker setelah ada seorang gadis desa yang gagal menikah dan mengakhiri hidupnya di sekitar tanjakan tersebut. sejak saat itu, konon tanjakan ini menjadi angker dan sering menyebabkan kecelakan yang kebanyakan korbannya adalah para penganten. Meski demikian, cukup sering juga kecelakaan biasa (bukan penganten), yang terjadi di sekitar tanjakan ini.

Pasalnya, masih kerap terjadi kecelakaan tunggal yang mengakibatkan sepasang calon pengantin atau pun pengantin baru sampai meninggal dunia. Arwah korban pun kabarnya terkadang menampakkan diri kepada pengendara yang melintasi jalan angker ini.

Tanjakan Penganten sendiri dihimpit tebing setinggi ratusan meter di satu sisi, sementara di sisi lainnya ada jurang yang menganga lebar, yang di dasarnya terdapat sungai Halimun yang cukup legendaries, Tanjakan Penganten berupa ruas jalan sepanjang 700 meter tersebut berada di atas tebing yang curam dengan tingkat kemiringan mencapai 45 derajat.

Terlebih, suasana di sekitar Tanjakan Penganten juga sangat sepi. Trek menanjak dan menurun dengan kontur jalan yang cukup berbahaya ini mengharuskan para pengendara untuk ekstra waspada. Memasuki malam hari, suasana gelap karena minimnya penerangan membuat jalur ini menjadi lebih rawan, Bukan hanya itu, lokasi ini juga sering turun kabut terutama saat musim penghujan. Jika melalui jalur ini pada malam hari sangat berbahaya karena penerangan jalan di jalur ini masih minim.

Terlepas dari berbagai mitos yang ada, faktor kehati-hatian tetap diyakini sebagai menyebab dominan terjadinya kecelakaan. Pihak Kepolisian sendiri menghimbau agar para pengendara harus selalu waspada, Saat melintas di Tanjakan Penganten yang rawan, pengendara sebaiknya menggunakan gigi rendah agar kendaraan mampu menanjak, atau tidak nyelonong masuk jurang saat jalan menurun dan menikung.

Tanpa mengesampingkan mitos yang ada, jalur Tanjakan Penganten memang sangat rawan dan membahayakan. Karena kontur jalan dengan tanjakan, turunan dan tikungan yang curam inilah Tanjakan Penganten diyakini sering menelan korban.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here