Para Calon Kades Taksetuju Pilkades Serentak Di Lakukan Bulan Oktober 

0
151

Reporter : Ade M Sulaeman

Modusinvestigasi.com | Sumedang – Sejumlah calon kepala desa (kades) di wilayah Kabupaten Sumedang mengeluhkan wacana pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak (Pilkades) Serentak Gelombang III pada tanggal 25 Oktober 2020.

Keluhan tersebut, mencuat setelah mereka (para calon kades) menerima foto draft Jadwal Lanjutan Tahapan Pilkades Serentak Gelombang III, yang tersebar melalui grup WhatsApp.

Dimana dalam kabar yang beredar tertera kalau tahapan lanjutan Pilkades serentak akan dimulai tanggal 6 Oktober dengan diawali Pengumuman dan Pencatatan Data Tambahan Pemilih yang akan dilakukan Panitia Pilkades di masing-masing desa.

Sementara untuk waktu pelaksanaan Pilkadesnya sendiri, dalam draf tersebut dicantumkan bakal dilaksanakan tanggal 25 Oktober 2020.

Informasi ini ternyata langsung menyebar luas kepada para calon kades, sehingga tidak heran jika para calon kades kini banyak yang mengeluhkan soal wacana tersebut.

Karena menurut para calon kades, apabila pelaksanaan Pilkades serentak itu benar-benar dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2020, maka waktunya akan bertambah lama dan itu pasti akan menimbulkan pembengkakan biaya.

“Kalau bisa jangan terlalu lama diundurnya. Sekarang kan akses-akses ekonomi juga sudah mulai dibuka, dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan. Terus kenapa pelaksanaan Pilkades mesti banyak pertimbangan? Yang terpenting ada komitment bersama agar pelaksnaan Pilkades ini mengikuti protokol kesehatan,” kata Suryadi, salah seorang calon kades di Desa Haurgombong Kecamatan Pamulihan, Rabu (10/6/2020).

Sebab kalau pelaksanaan Pilkades ini diundur terlalu lama, lanjut Suryadi, maka kebutuhan biaya Pilkades-nya juga pasti akan semakin membengkak. Dan bukan itu saja, seiring dengan adanya pengunduran waktu pelaksanaan Pilkades ini, maka Data Pemilih Tetap (DPT) juga pasti harus diperbaharui.

“Kami minta Pemkab mempertimbangkan kembali. Jangan sampai Pilkades ini diundur terlalu lama, karena selain akan menambah beban biaya bagi para calon, kebutuhan biaya Pilkades yang harus dikeluarkan pemerintah juga pasti akan membengkak,” ujar Suryadi.

Keluhan yang sama diungkapkan pula Pipin, salah seorang calon kades di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari.

Menurut Pipin, jika melihat perkembangan Covid-19 di wilayah Sumedang, saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Bahkan, Pemkab Sumedang sendiri sudah berani memberhentikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan mulai memberlakukan Adaptasi Kebiasaan Bari (AKB) atau kenormalan baru.

Atas dasar pertimbangan itu, maka menurut Pipin, Pilkades serentak juga tentunya sudah memungkinkan untuk dilaksanakan, asalkan harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Apalagi jika melihat rencana Pemerintah Pusat yang akan membuka seluruh kegiatan ekonomi pada bulan Agustus 2020. Kalau rencana ini benar, kami kira Pilkades serentak juga sangat memungkinkan untuk dilaksanakan antara bulan Juli atau Agustus,” ujar Pipin.

Dimintai tanggapan mengenai keluhan para calon kades tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Sumedang Endah Kusyaman, menjelaskan,  jadwal pelaksanaan Pilkades yang tersebar itu sebenarnya baru merupakan salah satu bahan kajian.

“Saya juga tidak mengerti kenapa bahan kajian itu bisa menyebar luas. Jadwal lanjutan tahapan Pilkades itu sebenarnya baru kita kaji, dan baru akan dilaporkan ke Pimpinan,” ujar Endah.

Menurut Endah, DPMD sendiri sampai saat ini masih belum bisa memberikan kepastian waktunya. Karena semua kajian pelaksanaan Pilkades yang dibuat oleh DPMD, nantinya akan dibahas bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kab. Sumedang, dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Dandim 0610, Ketua DPRD, Kajari, Sekda, Dinkes, Pol PP, Kesbang, dan BPKA Kab. Sumedang.

Dengan demikian, maka untuk kepastian waktu Pilkades serentak di Sumedang ini, akan menunggu dulu hasil evaluasi dari Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19. Karena, lanjut Endah, yang paling mengetahui mungkin atau tidaknya dilaksanakan Pilkades serentak pada masa pandemi ini, adalah Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19.

“Untuk itu, saya minta kepada semua pihak agar bersabar. Karena kita semua harus mengutamakan keselamatan masyarakat banyak. Kita berdoa saja, semoga kondisinya semakin membaik, sehingga Pilkades serentak juga dapat kita laksanakan lebih cepat,” tutur Endah.***