Pengangkatan Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang, di Duga Cacat Hukum.

0
783

Modusinvestigasi.com | Semarang | Vio Sari/Tim

Pengangkatan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menimbulkan banyak permasalahan sehingga menimbulkan tanda tanya dikalangan pegawai instansi terkait.

Masalah tersebut di duga terkait dengan pengangkatannya MSW dalam jabatan Kepala Kantor Kemenag yang didudukinya terasa ada keganjilan.

Menurut  sumber media ini, yang tidak mau di sebut jatidirinya mengatakan bahwa sdr. MSW yg semula menjabat selaku kepala seksi di Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Tengah, “Kemudian di angkat menjadi kepala kantor Kemenag Kabupaten Magelang, ada kejanggalan prosedur, karena yang bersangkutan diduga pernah terkena hukuman disiplin berat, berupa penurunan pangkat, namun anehnya dapat naik jabatan selaku kepala kantor kemenag. Padahal banyak pejabat lainnya yg bersih dan baik, namun justru dikalahkan oleh ketidak profesional kinerja MSW yang tidak memenuhi standart seorang pemimpin di Kantor Kemenag” papar sumber

Masih menurut sumber media ini,  “masak orang yg kurang profesional dan masih dalam sangsi penurunan pangkat, kok bisa di angkat menjadi kepala Kemenag, artinya ini ada apa….?

“Seharusnya pak Farhani tau selaku Ka Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Tengah. Tapi kok diusulkan menjadi kepala kantor kemenag.

Dari informasi lain di kalangan internal  Kemenag Kab. Magelang.

Lebih tragis lagi, disinyalir bahwa setelah menjadi kepala kemenag di kabupaten magelang, sdr. MSW di duga mewajibkan kepada para kepala KUA, untuk wajib setor setiap bulan satu juta, karena kelihatannya kepala2 KUA itu kan memiliki Jaspro (Jasa Profesi) ketika pelaksanaan peristiwa nikah di wilayah kerjanya yg cukup menggiurkan nilainya.

Farhani Kepala Kanwil Departemen Agama Jawa Tengah saat akan di konfirmasi, jumat 12/7 tidak ada di tempat. “Bapak tidak ada di tempat bu, lagi keluar” ujar April staf piket pada wartawan

Sungguh tragis seorang pejabat yang masih bermasalah di angkat menjadi Kepala Kementerian Agama Magelang, dan tindakan menarik uang wajib kepada para kepala KUA merupakan tindakan pungli. “Mohon pada pihak2 terkait dapat menyelidiki dan menuntaskan persoalan ini” pungkas Narasumber. ***