Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kota Bogor Tahun 2018

0
65

Modusinvestigasi.com | BOGOR | Veronica  

  1. Pengantar

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Bogor (LPPD) Tahun 2018, telah disampaikan Pemerintah Kota Bogor kepada Pemerintah Pusat, melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Di dalam laporan tersebut disampaikan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah Kota Bogor sepanjang tahun 2018.

Seluruh kegiatan dimaksud berlangsung dalam menangani 6 urusan wajib pelayanan dasar, 18 urusan wajib bukan pelayanan dasar, 6 urusan pilihan, urusan pemerintahan daerah fungsi penunjang, urusan pemerintahan umum serta tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan. Juga berlangsung dalam rangka menangani 6 program prioritas sebagaimana yang tercantum di dalam Rencana Pembangunan Jangka MenengahDaerah (RPJMD) Kota Bogor Tahun 2015 – 2019.

LPPD Kota Bogor tahun 2018 disusun dengan merujuk pada ketentuan-ketentuan yang tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat.

Peraturan Pemerintah dimaksud juga mengamanatkan kewajiban pemerintah daerah menyampaikan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) kepada masyarakat. Untuk itulah, melalui media ini Pemerintah Kota Bogor menyampaikan ILPPD Kota Bogor Tahun 2018.

  1. Pendahuluan

Pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan dan pelayanan masyarakat yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bogor sepanjang tahun 2018 merupakan pelaksanaan tahun keempat dari seluruh program dan kegiatan yang telah dicantumkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor tahun 2015-2019.

Seluruh program dan kegiatan pembangunan di Kota Bogor yang dilaksanakan pada tahun 2018, telah memanfaatkan dana APBD Kota Bogor Tahun 2018, yang telah mengalami satu kali perubahan. Komposisi dan realisasi APBD Tahun 2018 adalahsebagai berikut :

Pendapatan Daerah

Realisasi Pendapatan Daerah Tahun 2018 mencapai Rp 2 trilyun lebih atau 99,79% dari target yang awalnya ditetapkan.Tercapainya Pendapatan Daerah sebesar itu dikontribusi antara lain oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2018 yang terealisasi sebesar Rp 913 milyar lebih atau mencapai 102,93% dari target pendapatan asli daerah tahun 2018.

Perolehan PAD sebesar itu dikontribusi oleh pendapatan sektor Pajak Daerah sebesar Rp 592 milyar lebih atau 102,47% dari target.

Terdapat tiga pos pendapatan pajak daerah yang menjadi kontributor terbesar pada PAD, masing-masing adalah:

Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp 147 milyar lebih.

Pajak Restoran Rp 131 milyar lebih

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp 112 milyar lebih Belanja Daerah

Realisasi Belanja Daerah Tahun 2018 mencapai Rp 2,4 trilyun atau 90,62% dari Anggaran Belanja yang ditetapkan. Telah terjadi penghematan pada realisasi belanja tahun 2018 pada semua pos belanja.

Belanja Daerah terkelola pada:

Belanja Tidak Langsung tahun 2018 terealisasi sebesar Rp 1 trilyun lebih atau 90,35% dari anggaran yang ditetapkan. BTL terdiri dari:

Belanja Pegawai (BTL) sebesar Rp 873 milyar lebih atau 91,33%.

Belanja Bunga sebesar Rp 6 milyar lebih atau 94,26%.

Belanja Hibah terealisasi sebesar Rp 118 milyar lebih atau 97,31% .

Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp 38 milyar lebih atau 88,61%.

Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp 3 milyar lebih atau 72,07%

Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 1 milyar lebih atau 7,83%

Belanja Langsung tahun 2018 terealisasi sebesar Rp 1,36 trilyun lebih atau 90,82%. Terdiri dari:

Belanja Pegawai (BL) sebesar Rp 235 milyar lebih atau 98,23% B

Belanja Barang dan Jasa terealisasi sebesar Rp 673 milyar lebih atau 89,77%.

Belanja Modal sebesar Rp 455 milyar lebih atau sekitar 88,88%

Pembiayaan Daerah terdiri dari:

Penerimaan Pembiayaan

Realisasi Penerimaan Pembiayaan tahun 2018 adalah sebesar Rp 388 milyar lebih.Jumlah tersebut bersumber dari: Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Lalu (SILPA) sebesar Rp 330 milyar lebih, Penerimaan Pinjaman Daerah sebesar Rp 55 milyar lebihdan Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah sebesar Rp 2 milyar lebih yangmerupakan Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Nomor SLA-1226/DSMI/2009.

Pengeluaran Pembiayaan

Realisasi Pengeluaran Pembiayaan tahun 2018 adalah sebesar Rp 54,2 milyar Jumlah tersebut terdiri dari:

Penyertaan Modal pada Bank Kota Bogor sebesar Rp 8,7 milyar

Pembayaran-pembayaran pokok utang yang jatuh tempo kepada pemerintah yaitu Penerusan Pinjaman Nomor SLA-1226/DSMI/2009 sebesar Rp 2,7 milyar.

Pembayaran pokok utang sebelum jatuh tempo kepada Lembaga Keuangan Bank yaitu pembayaran pokok utang pada RSUD-BLUD sebesar Rp 42,8 milyar

Pengananan 6 Masalah Prioritas

Prioritas 1 — Transportasi

Dari hasil evaluasi kinerja jaringan jalan dan simpang yang dilakukan terhadap 150 segmen jalan kategori Jalan Nasional, Jalan Provinsi dan Jalan Kota serta 54 persimpangan di Kota Bogor; rata-rata kecepatan laju kendaraan di Kota Bogor adalah35,39 km/jam (pada hari kerja) dan 36,63 km/jam (pada hari libur).

Upaya penertiban parkir ditempuh dengan penataan lasi parkir pada badan jalan di 7 titik yaitu di Jalan Suryakencana, Jalan Siliwangi, Jalan Pengadilan, Jalan Dewi Sartika, Jalan MA Salmun, Jalan Mayor Oking, dan Jalan Nyi Raja Permas. Juga telah diluncurkan 18 unit Terminal Parkir Elektronik (TPE) yaitu 15 unit di sepanjang Jalan Suryakencana dan 3 unit sepanjang Jalan Otista. TPE merupakan upaya untuk mengendalikan ruang parkir tepi jalan umum di pusat kota dan pusat kegiatan, sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.

Dalam rangka mengurangi kemacaten, telah dilaksanakan 120 kali operasi penertiban gabungan terpadu dengan instansi terkait yang dilakukan terhadap angkutan umum dan angkutan barang. Tercatat sebanyak 314 kendaraan dinyatakan telah melakukan pelanggaran.

Untuk mendukung kelancaran program dan kegiatan penataan transportasi, sepanjang tahun 2018 telah disusun tiga buah Peraturan Walikota sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2013 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. KetigaPerwali tersebut adalah:

Peraturan Walikota Bogor Nomor 43 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan Angkutan Barang, Peraturan Walikota Bogor Nomor 53 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Angkutan Umum Massal di Kota Bogor, dan Peraturan Walikota Bogor Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Wisata. Sedangkan luas panjang jalan yang berkondisi baik telah mencapai 88,59% dari seluruh ruas jalan yang ada di Kota Bogor.

Prioritas 2 —- PKL

Di tahun 2018, telah ditetapkan jalan utama sebagai zona bebas PKL yaitu jalan Suryakencana. Oleh karena itu, beberapa upaya untuk mengamankan penetapan tersebut adalah memindahkan 87 pedagang siang (kuliner) ke Plaza Bogor dan 200 pedagang malam (sayuran) ke ex Pasar Gembrong.

Juga telah dilakukan penataan zona PKL agar tidak menganggu ketertiban umum yang di tahun 2018 telah dilakukan di 14 zona PKL yang tersebar di 6 (enam) kecamatan yang menampung sekitar 418 PKL.

Upaya penertiban kawasan rawan PKL telah dilakukan di di 10 titik rawan PKL yang berhasil menertibkan 457 PKL dan 24 bangunan liar penjual miras.

Prioritas 3 — Penataan Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau

Capaian Ruang Terbuka Hijau Publik yang tertata di tahun 2018 telah mencapai 418.651,41 meter persegi. Capaian ini antara lain berasal dari pembangunan 11 unit taman skala lingkungan yang baru dengan luas mencapai 7.302,39 meter persegi dan peningkatan kualitas lima unit taman lingkungan dengan luas sebesar 4.175,1 meter persegi.

Dari pendataan RTH di 66 perumahan di Kecamatan Bogor Utara dan 88 perumahan di Kecamatan Bogor Barat, diperoleh hasil bahwa luas RTH di lokasi-lokasi tersebut mencapai 33,29 Ha yang terdiri dari jalur hijau, median jalan, lapangan, pulau jalan, taman dan taman sudut. Data luasan ruang terbuka hijau yang merupakan sarana dan prasarana umum perumahan di 2 kecamatan tersebut merupakan potensi untuk pengembangan ruang terbuka hijau publik di Kota Bogor.

Di tahun 2018, telah diselesaikan penyusunan dokumen teknis taman skala kota di Taman Ade Irma Suryani dan di tahun 2019 ini akan dimulai proses pembangunan fisiknya dengan pendanaan berasal dari APBD Provinsi dan APBD Kota.

Untuk peningkatan kapasitas panjang prasarana pedestrian, telah dilakukan pelebaran pedestrian yang telah mencapai panjang 16,0119 km atau sebesar 80,22% dari target19,961 km. Sedangkan pembangunan panjang prasarana pedestrian jalan utama telah mencapai 259,288 km atau sebesar 97,26% dari target 266,592 km.

Capaian ini antara lain didukung peningkatan pedestrian Jalan Otista sepanjang 323 m,pembangunan pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman sepanjang 854 m, dan pembangunan pedestrian di Jalan Suryakencana sepanjang 900 m Jalur Kanan dan 130 m Jalur kiri.

Beberapa ruang publik kota Bogor pun telah dilengkapi CCTV dan akses WIFI yang sampai dengan tahun 2018, CCTV yang sudah terpasang di 64 titik dan WIFI terpasang di 38 titik.

Prioritas 4 —- Penataan Pelayanan Persampahan dan Kebersihan Kota

Di tahun 2018 jumlah persentase sampah yang terangkut yang telah mencapai 75,85 % dari jumlah timbulan sampah sebanyak 648,61 ton/ hari. Sedangkan cakupan wilayah pelayanan sampah mencapai 75,85 % atau telah melampaui target yang telah ditetapkan dalam RPJMD yaitu 74 %.

Dua capaian ini antara lain didukung, ketersediaannya sarana dan prasarana persampahan seperti 100 buah tong sampah, 100 buah gerobak sampah, 11 bak container, 7 unit pickup, dan 6 Motor Sampah; untuk mendukung pencapaian kinerja pelayanan sampah.

Capaian lainnya adalah keberadaan 26 TPS 3R berbasis masyarakat dan 253 Bank Sampah telah mampu mereduksi sampah sebesar 6,26% dari total sampah Kota Bogor, artinya melebihi target reduksi sampah melalui TPS 3R berbasis masyarakat yaitu 4,4%.

Untuk menguatkan kepedulian warga terhadap isu kebersihan dan persampahan, bersama Harian Umum Radar Bogor, telah dilaksanakan Gerakan Bogorku Bersih Jilid III Tahun 2018 yang meliputi Lomba Kebersihan untuk kategori Perumahan Tepi Sungai dan Kategori Perumahan Swadaya. Lomba ini bersamaan dengan Lomba Kebersihan tingkat kelurahan dan lomba pengelolaan Bank Sampah di kota Bogor.

Di tahun 2018, jumlah penduduk miskin mencapai 64.850 jiwa atau 5,93% dari jumlah penduduk kota Bogor. Jumlah ini berkurang sebesar 1,18% dibandingkan prosentase penduduk miskin kota Bogor di tahun 2017.

Penurunan jumlah penduduk miskin ini selaras dengan terus ditingkatkannya anggaran untuk penanggulangan kemiskinan. Di tahun 2018, jumlahnya telah mencapai Rp 426 milyar lebih atau naik sebesar 0,98% dibandingkan tahun 2017.

Beberapa program penanggulangan kemiskinan antara lain peningkatan jumlah penduduk miskin yang telah memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan di tahun 2018 telah mencapai 95,85%. Capaian ini didukung terus meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan bagi masyarakat miskin yang di tahun 2018 mencapai 79,5%, kunjungan dokter pada keluarga pra sejahtera yang telah mencapai sebesar 93%, dan presentase masyarakat miskin yang terlayani di RSUD Kota Bogor mencapai 90,11%.

Program lainnya adalah pengurangan angka penangguran melalui penempatan tenaga kerja yang di tahun 2018 telah mencapai sebesar 2.189 dari 3.873 pencari kerja. Penyerapan tenaga kerja dilakukan melalui antara lain kegiatan Pelatihan keterampilan kerja, bagi pencari kerja dan penganggur (Enterpreneurship), Pelatihan melalui pemagangan, Bursa Kerja Expo (BKE), Penyuluhan bimbingan jabatan dan pembinaan Bursa Kerja khusus, Pelatihan Keterampilan berbasis masyarakat (KK Miskin), Pemberian Kerja Sementara (Padat Karya).

Sementara itu upaya pengurangan kawasan kumuh melalui program bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni yang di tahun 2018 telah menjangkau 3.018 RTLH dengan jumlah anggaran mencapai Rp.26 milyar lebih. Program ini telah membuahkan hasil karena presentase pengurangan kawasan kumuh dari kumuh sedang ke kumuh ringan dalam hal infrastruktur telah mencapai 14 persen dari total wilayah.

Langkah lain adalah menjalin kerja sama strategis dengan beberapa universitas seperti IPB, UI, dan UNJ dalam penerimaan beasiswa bagi mahasiswa Bogor yang berasal dari keluarga miskin. Sampai dengan tahun 2018, jumlah penerima beasiswa telah mencapai 27 orang. Sedangkan untuk jangkauan penerima BOS di tahun ini adalah sebagai berikut 127.814 Siswa terdiri dari 108.412 siswa SDN/MI dan 19.402 siswa SMP/MTs serta 2 TKN.

Prioritas 6 —- Reformasi Birokrasi

Nilai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang diperoleh berdasarkan hasil evaluasi LAKIP oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi adalah B. Meski memperoleh nilai yang sama, sejatinya angka penilaian LAKIP tahun 2018 mengalami kenaikan 4,99 digit dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tahun 2018 telah dibangun 2 SIM, yaitu aplikasi Walikota Menyapa dan aplikasi SIM Kesetaraan. Selain itu, juga telah dilakukan pengembangan terhadap 9 SIM yang telah ada, yaitu: SIM e-Surat, SIM e-Wilayah, aplikasi SISKUM, SIM PATEN, Data Warehouse, Aspirasi Pengaduan, dan Website Kota Bogor. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan bersama IPB, diketahui indeks kepuasan masyarakat pengguna seluruh aplikasi di kota Bogor mencapai 77 persen.

Pada saat yang sama, dari hasil monitoring sepanjang taun 2018, diketahui seluruh Perangkat Daerah di Kota Bogor telah menyediakan informasi publik sesuai undang-undang tentang keterbukaan informasi publik.

Persentase pejabat yang melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) secara tepat waktu telah mencapai 100% dengan terlaksananya tertib administrasi pengelolaan LHKPN dari 74 pejabat.

Jumlah wajib pajak di tahun 2018 ada sebanyak 270.977 WP atau bertambah sebanyak 5188 WP dari jumlah WP di tahun 2017 sebanyak 265.789 WP. Pengelolaan pajak di Kota Bogor telah seluruhnya menggunakan sistem berbasis teknolog. Jadi seluruh wajib pajak telah melakukan pelaporan dan pembayaran secara online melalui Sistem Informasi Pajak Daerah.

Sepanjang tahun 2018 telah masuk 559 pengaduan melalui 5 kanal media yaitu SMS Center, email, website aspirasi, call center, dan media sosial. Dari jumlah tersebut, sebanyak 448 pengaduan sudah ditindaklanjuti atau sebesar 80,14% dan sebanyak 111 pengaduan belum ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah atau sebesar 19,86%. Sistem informasi pengaduan masyarakat di Kota Bogor sudah mengakomodir layanan whistle blowing system.

  1. Urusan Wajib Pelayanan dasar

Urusan Pendidikan

Penanganan urusan pendidikan sepanjang tahun 2018 telah mencatatkan beberapa capaian sebagai berikut :

Pencapaian Urusan Pendidikan untuk indikator Angka Partisipasi Murni SD/MI 2018 mencapai 108,05% meningkat dibanding tahun 2017 yang mencapai 95,94%.

Pencapaian Urusan Pendidikan untuk indikator Angka Partisipasi Murni SMP/MTs 2018 mencapai 94,14% meningkat dibanding tahun 2017 yang mencapai 90,10%.

Penduduk yang berusia 15 tahun ke atas yang bisa baca tulis (tidak buta aksara)pada tahun 2017 sebanyak 99,97% dari jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas. Angka Kelulusan SD sederajat tahun 2018 mencapai 100% atau 18.890 siswa. Angka Kelulusan SMP sederajat tahun 2018 mencapai 100% atau 18.890 siswa. Angka Melanjutkan (AM) dari SD sederajat ke SMP sederajat tahun tahun 2018 mencapai 111% yaitu 19.455 siswa meningkat dibanding tahun 2017 sebanyak 18.895siswa. Jumlah Guru berkualifikasi SI/D-IV tahun 2018 sebanyak 7.038 atau 87,87% dari Total Jumlah Guru SD/MI dan SMP/MTs sebanyak 8.010. Tahun 2018 telah dilaksanakan pembangunan Ruang Kelas Baru sebanyak 3 RKB untuk SD, 1 RKB SMP dan melaksanakan Revitalisasi/Rehabilitasi sekolah kepada 27 SD dan 10 SD

Pada tahun 2018 alokasi Dana BOS sebesar 37.980.817.000,- yang disalurkan kepada 108.412 siswa SD/MI negeri dan 19.402 siswa SMP/MTs Negeri serta 2 TKN.

Pada Tahun 2018 dialokasikan dana BOS APBN untuk SD Negeri sebesar 69.230.400.000 bagi 86.538 siswa dan SMP Negeri sebesar Rp. 14.764.000.000 bagi 17.912 siswa. Tahun 2018 Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kota Untuk sekolah swasta disalurkan kepada 198 sekolah (SD/MI dan SMP/MTs) dengan jumlah penerima BOS sebanyak 52.004 siswa dengan total Bantuan sebesar Rp. 13.437.700.000,-. Tahun 2018 Bantuan Siswa Miskin (BSM) disalurkan kepada 6308 siswa SD, SMP/Mts, SMA/SMK/MA Swasta dengan jumlah bantuan sebesar Rp.7.693.000.000 tahun 2018 guru yang sudah bersertifikat pendidik adalah Jenjang TK sebanyak 272 Orang, Jenjang SD sebanyak 2.446 Orang, Jenjang SMP sebanyak 1.256 Orang, dan Pengawas TK, SD dan SMP sebanyak 47 Orang.

Prestasi yang diraih Siswa/Guru dan Sekolah tingkat provinsi dan nasional sepanjang tahun 2018 adalah sebagai berikut :

Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD tahun 2018. Ghania Fayyaza Safwa (SDS Pertiwi) meraih juara 1 tingkat provinsi pada mata lomba IPA,dan juara 2 pada Tingkat Nasional. Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP tahun 2018

Ernest Regia AC (SMP Bina Insani) meraih juara 1 tingkat provinsi pada bidang lomba Matematika dan meraih medali perunggu di tingkat nasional. Shielda Kamilia H (SMPN 1) dan Mohammad Rozi Badrus (SMP Cahaya Rancamaya) dipilih sebagai perwakilan Provinsi Jawa Barat pada bidang Lomba Matematika dan memperoleh perunggu dtingkat nasional. Muhammad Mikail Rais (SMP Cahaya Rancamaya) dipilih sebagai perwakilan Provinsi Jawa Barat pada bidang Lomba IPA dan meraih medali Perak pada tingkat Nasional. Aqilya Saharani E (SMPN 4) meraih juara 2 tingkat Provinsi pada bilang lomba IPS. Olimpade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2018 tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Bogor berhasil meraih 2 emas 1 perak untuk cabang Atletik dan 1 perunggu cabang karate Putra atas nama Liu Ming Tjai (SMPN 3 Bogor). Lomba Pendidik dan Tenaga Kependidikan TK, SD, SMP tahun 2018 tingkat provinsi diraih oleh Guru Inklusif ibu Yana Heriana, S.Pd, dari SDN Perwira sebagai juara 2 dan Pengawas TK Ibu Hj. Imas Fatimah, M.Pd dari Dinas Pendidikan sebagai juara 2. Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) SD dan SMP tahun 2018. Kategori lomba yang di raih Kota Bogor pada FL2SN tingkat provinsi.

Urusan Kesehatan

Penanganan urusan kesehatan sepanjang tahun 2018 telah mencatatkan beberapa capaian sebagai berikut :

  1. Dalam rangka mendukung pencapaian program pelayanan bagi masyarakat miskin, upaya yang dilakukan adalah :
  2. Jumlah Kunjungan dan Pembiayaan Jaminan SKTM/Jamkesda di Rumah Sakit 2018 adalah sebanyak 18 kunjungan rawat jalan dan 918 kunjungan Rawat Inap dengan total pembiayaan sebesar 4.992.841.854. meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 148,79% yaitu sebesar Rp. 2.006.814.854,- peningkatan terjadi karena adanya peningkatan pasien rawat inap sebanyak 531 pasien di 2017.
  3. Jumlah kepesertaan PBI diluar kuota Jamkesmas yang merupakan masyarakat miskin dan tidak mampu berjumlah 160.000 jiwa dengan total anggaran sebesar Rp. 27.333.466.800, meningkat 22,16% dbanding tahun 2017 yaitu sebesar Rp. 22.374.239.000,- Untuk pembayaran iuran PBI Daerah Kota Bogor mendapat Bantuan dari APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 9.908.731.200,-.
  4. Jumlah pemakaian tempat tidur di Ruang Kelas III RSUD Kota Bogor bagi masyarakat miskin tahun 2017 mencapai 85%, meningkat ditahun 2018 yaitu mencapai 85,29 serta ketersedian tempat tidur bagi kelas III mencapai 71%. Pada tahun 2018 mengalami penurunan pada tingkat ketersediaan tempat tidur kelas III dikarenakan adanya perbaikan alur pada IGD, sehingga yang semula ruang Observasi Mawar digunakan ruang rawat inap kelas III, dikembalikan lagi fungsinya sebagai ruang observasi IGD sehingga capaiannya menurun menjadi 68,81%.

5.Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan bayi, kegiatan yang dilakukan adalah:

Pembinaan ibu hamil melalui pemantauan fasilitas KIA di 25 Puskesmas, pengadaan alat kesehatan, pembinaan KIA di Posyandu, melakukan pemantanu ibu hamil, pelatihan kelas ibu hamil, dan membangun sinergitas Bidang se-Kota Bogor,

Memberikan pelayanan Keluarga Berencana pada pasangan Usia Subur.

  1. Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan Anak Balita tahun 2018 adalah memberikan suvervisi terhadap fasilitas pelayanan balita di 25 puskesmas, dan melaksanakan bulan pemantauan tumbuh kembang balita. Tahun 2018 jumlah kunjungan balita sebanyak 67.918 dan kunjungan bayi sebanyak 18.947.
  2. Upaya yang dilakukan dalam rangka mencapai kinerja program upaya kesehatan masyarakat, adalah :

Memberikan bantuan kacamata gratis bagi anak SD/MI dari keluarga miskin sebanyak 450 kacamata dan pemberian kacamata gratis bagi Lansia sebanyak 50 kacamata.

Memberikan layanan kesehatan jiwa, kesehatan kerja dan kesehatan haji

Memberikan Pelayanan Kesehatan Masyarakat terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

  1. Jumlah sarana kesehatan tradisional sampai dengan tahun 2018 sebanyak 70 unit. Meliputi Sarkestrad berkelompok sebanyak 7 unit, Toko Obat Tradisional 34 unit, SPA sebanyak10 unit dan Salon 19 unit yang tersebar di 6 Kecamatan
  2. Untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit tidak menular, upaya yang dilakukan adalah melaksanakan pelatihan kader Penyakit Tidak Menular (PTM), dan melakukan deteksi dini resiko PTM.
  3. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan remaja dan lansia, beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah :
  4. Melaksanakan peningkatan kapasitas Tim Sekolah Sehat, agar sekolah dapat melaksanakan TRIAS UKS yang terdiri dari Pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
  5. Pemantapan tim puskesmas mampu tatalaksana, peningkatan keterampilan tim pelaksana penjaringan anak sekolah, peningkatan kompetensi petugas Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dan peningkatan keterampilan Guru PKPR.
  6. Peningkatan kompetensi Tim pelayanan kesehatan Rumah Lansia, bulan Kesehatan Lansia, Lomba senam Lansia dan peningkatan keterampilan kader lansia di Posbindu.
  7. Tahun 2018 seluruh puskesmas di Kota Bogor sudah ramah Lansia. Tahun 2018 Jumlah Posbindu PTM sebanyak 383 ada penambahan 34 posbindu dibanding tahun2017 jumlah Posbindu PTM se Kota Bogor adalah 349 unit.
  8. Dalam rangka meningkatkan status gizi masyarakat khususnya bagi kelompok-kelompok rawan kesehatan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas/ibu menyusui dan remaja putri, upaya yang dilakukan adalah :
  9. Melaksanakan pembinaan gizi diposyandu, melaksanakan sosialisasi pencegahan anemia pada remaja, dan pemberian tablet tambah darah (Fe) pada remaja putri.
  10. Melaksanakan bulan penimbangan balita, pemberian dan pematauan data Vitamin A, monitoring garam beryodium, pemeliharaan dacin, pemberian makanan tambahan untuk balita gizi buruk dan balita gizi kurang, makanan tambahan yang diberikan berupa makanan Formula 75, formula 100 dan susu balita dan biskuit.
  11. Memberikan makanan tambahan bagi ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK).
  12. Melaksanakan workshop penanganan obesitas pada anak SD, sosilalisasi pedoman Gizi seimbang untuk guru, TK dan Petugas Gizi Puskesmas, Pembinaan Gizi di Institus.
  13. Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyakit menular telah dilaksanakan kegiatan sebagai berikut :
  14. Melaksanakan imunisasi Hepatitis B, BCG, DPT-Hb-Hib, Polio dan Campak, melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah, kampanye imunisasi campak dan imunisasi jemaah haji.
  15. Melaksanakan pemberantasan penyakit TB Paru.
  16. Pencegahan dan pemberantasan penyakit ISPA dan Diare, pencegahan dan pemberantasan Zoonosisi, Hepatitis, kecacingan, kusta, serta pencegahan dan pemberantasan Penyakit HIV.

Pada tahun 2018 klien yang diperiksa ke klinik VCT (Voluntary Counseling Testing) sebanyak 22.345 orang, dengan jumlah kasus baru HIV positif ditemukan sebanyak 433 orang. Ibu hamil yang positif HIV ada 43 orang dari total bumil yang diperiksa sebanyak 11.614 orang.

Sejak Tahun 2005 sampai dengan Tahun 2018 jumlah kumulatif penduduk yang dilakukan konseling dan test HIV sebanyak 165.295 orang, dan kasus HIV positif yang ditemukan di Kota Bogor ada 4.597 orang. Sehingga persentase konseling dan test HIV sudah mencapai 15 % (dari target 35 %).

  1. ntuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, kemudahan akses pelayanan kesehatan dan sarana yang nyaman kepada masyarakat dilaksanakan Program Pengadaan Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan jaringannya, kegiatan yang dilaksanakan yaitu:
  2. Melaksanakan pembangunan puskesmas Cipaku dan lanjutan pembangunan puskesmas merdeka menjadi rawat inap, Revitalisasi Puskesmas PONED Bogor Tengah, Rehabilitasi Puskesmas sempur, Pustu Babakan, Puskesmas Tanah Sareal, puskesmas Bogor Selatan, Puskesmas Sindang Barang dan Rehabilitasi Labkesda. Sampai dengan tahun 2018 jumlah puskesmas di Kota Bogor sebanyak 55 unit yang terdiri dari 25 Puskesmas Induk dan 30 Puskesmas Pembantu.
  3. Melaksanakan Persiapan Pengadaan Lahan Puskesmas Kayu Manis dan Perencanaan Pengadaan Lahan Puskesmas Lawanggintung dengan luas tanah 779 m2
  4. Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)
  5. Tahun 2018 Melaksanakan Revitalisasi Puskesmas dan Jaringannya
  6. Melaksanakan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan, dimana dilakukan pengembangan software SIMPUS dengan memperbaharui sistem logistic farmasi, yaitu dengan menggabungkan (bridging) sistem e-logistic dengan SIMPUS, sehingga memudahkan farmasi puskesmas maupun Gudang dinas dalam mengelola stok obat.
  7. Untuk mencapai target kinerja Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan, kegIatan yang dilaksanakan adalah :
  8. Melaksanakan Pembinaan dan pengendalian sarana kesehatan swasta
  9. Melaksanakan pendampingan akreditasi puskesmas dan survei akredtasi puskesmas.Sampai dengan tahun 2018 Puskesmas yang telah lulus Akreditasi Nasional Di Kota Bogor sebanyak 17 puskesmas
  10. Melaksanakan pembinaan pelayanan Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) dan puskesmas.
  11. Dalam rangka mencapai target kinerja Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, upaya yang dilakukan adalah

Melakukan penguatan puskesmas dalam upaya promosi kesehatan melalui Rakor promosi kesehatan, workshop penguatan kapasitas programer puskesmas, workshop pengusatan program kehumasan, dan bimtek pelaksana promosi kesehatan Kota Bogor.

Melaksanakan konseling kesehatan dan keluarga melalui Mobil Curhat. Jumlah pengunjung yang telah dilayani dengan layanan mobil curhat sepanjang tahun 2017-2018 sebagai berikut :

Konseling dan Deteksi Gizi sebanyak 2.967 orang.

Konseling dan Deteksi Stres sebanyak 691 orang.

Konseling dan deteksi PM/HIV sebanyak 1.190 orang.

Konseling dan Deteksi PTM sebanyak 2.290 orang.

Konseling berhenti Merokok sebanyak 5 orang.

Pc Mikrospirometri sebanyak 10 orang.

Deteksi dan Konseling Tumbang Anak sebanyak 13 orang.

Melaksanakan survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

  1. Melaksanakan sidak Tim Pembina KTR Kota dan Kecamatan.
  2. Untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, udara, air dan tanah serta peningkatan mutu makanan, kegiatan yang dilaksanakan adalah:

Melaksanakan workshop kesehatan lingkungan Puskesmas dan Rumah Sakit, melaksanakan pertemuan monev kesehatan Lingkungan, dan monitoring hygiene Sanitasi Personal. Melaksanakan pemantauan kualitas air bersih non PDAM, pengawasan external kualitas air PDAM, pengawasan kualitas depot air minum, dan pengawasan kualitas lingkungan permukiman Melaksanakan pelatihan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) bagi karang taruna, pelatihan STBM bagi tokoh Agaman, dan Pelatihan STBM Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan tempat-tempat umum (TTU) yaitu Rumah Sakit, Sarana Ibadah, Pasar, Salon, KOlam Renang, Hotel, Rumah MAkan, Restoran, Terminal, Statsiun, SPA serta sarana Pendidikan.

Melaksanakan sosialisasi pasar sehat, Pembangunan IPAL Puskesmas Bogor selatan, pembinaan terhadap industri dan Pest Control, Sosialisasi KAntin Sehat, sosialisasi Hygene SAnitasi Salon dan Barber Shop, sosialisasi hygene sanitasi Pondok Pesantren dan melaksanakan uji petik Hotel untuk mengetahui kualitas makanan/minuman pada restoran hotel.

Dalam rangka melindungi masyarakat dari produk obat, kosmetika, obat tradisional dan pangan yang tidak memenuhi syarat muti, keamanan dan kemanfaatannya, kegiatan yang dilaksanakan adalah :

Pembinaan keamanan pangan untuk industri rumah tangga pangan kemasan,Pembinaan Pengelolaan Obat – Obat Tertentu/ OKT, Sosialisasi Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GN-POPA), dan Evaluasi Penerapan Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP). Melaksanakan Pembinaan UP2K PKK, lomba Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), melaksanakan pembinaan dan pendataan usaha jamu gendong, dan melaksanakan Pengujian produk makanan, kosmetik dan obat tradisional. Dalam rangka peningkatan sarana prasarana Rumah Sakit , kegiatan yang dilaksanakan adalah :

Melaksanakan Revitalisasi Gedung RSUD Kota Bogor Tahap II dan Penyusunan DED Gedung RSUD Tahap III. Menyediakan sarana prasarana Pelayanan Kesehatan Bagi Ibu dan Bayi Penderita Akibat Dampak Asap Rokok yang terdiri dari X-ray Mobile, Ventilator Neonatus +CPAP, Blue Light dan Incubator.

Melaksanakan pengadaan Alat kesehatan-Rujukan (DAK 2017) yang meliputi Alat Kedokteran Bedah, Alat Kesehatan Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Alat Kedokteran bagian Penyakit Dalam, Alat Kesehatan Anak, Alat Kesehatan Perawatan dan alat laboratorium kedokteran. melaksanakan Pengadaan Alat Kesehatan (Banprov 2017) untuk RSUD yang terdiri dari Alat Kedokteran Umum, Alat Kesehatan Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Alat Kesehatan Anak, Alat Kedokteran Gigi, Alat Kedokteran Mata, dan Alat Kesehatan Rehabilitasi Medis.

Tahun 2018 Program Pengadaan, Peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit bertujuan untuk mendukung sasaran peningkatan sarana dan prasarana sesuai RS Kelas B berdasarkan Peraturan Mentreri Kesehatan Nomor 59 Tahun 2014, adalah sebagai berikut :

  1. Indikator Kinerja BOR (Bed Occupancy Rate) adalah persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu dengan Realisasi BOR RSUD Kota Bogor sampai dengan Desember tahun 2018 adalah 81,05% dari target 80%.
  2. Realisasi Ruang/ Fisik RSUD Kota Bogor tahun 2017 adalah 75,5% di atas target tahun 2018 sebesar 70%.
  3. Realisasi Alkes (Alat Kesehatan) RSUD Kota Bogor Hingga Desember tahun 2018 adalah 70%.
  4. RSUD memberikan layanan unggulan yang terdiri dari layanan jantung terpadu, kanker terpadu, Ponek dan Hemodialisa.

Capaian Kinerja lainnya untuk penanganan Urusan Kesehatan tahun 2018 adalah :

  1. Jumlah kunjungan pasien rawat jalan dengan menggunakan SKTM di rumah sakit sebanyak 18 orang menurun dibanding tahun 2017 Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di rumah sakit sebanyak 26 orang,
  2. Jumlah Kader Posyandu tahun 2018 sebanyak 4.845 orang kader dari 971 posyandu, jumlah kader posbindu tahun 2018 sebanyak 2.085 orang kader dari 452 Posbindu, jumlah kader kelurahan siaga aktif sebanyak 204 kader dari 68 Kelurahan, Jumlah Kader RW Siaga Aktif sebanyak 283 orang kader dari 283 RW Siaga Aktif.
  3. Jumlah pasien yang dilayani di RSUD Kota Bogor Tahun 2018 berjumlah 245.526Pasien, dengan rincian pasien BPJS berjumlah 221.256 Pasien atau 90,11% dan Non BPJS berjumlah 24.270 Pasien atau 9,89%.
  4. Tahun 2018 Jumlah pasien rawat jalan yang dilayani sebanyak 193.043, jumlah kunjungan Instalasi Gawat Darurat sebanyak 30.503 dan jumlah kunjungan rawat inap yang dilayani tahun 2018 adalah 21.980 pasien.
  5. Jumlah kunjungan pasien jantung pada tahun 2018 yaitu 15.529 kasus menurun dibanding tahun 2017 yaitu 23.727 kasus atau terealisasi 59,73% dari target yang sudah ditetapkan sebesar 26.000 kasus
  6. Jumlah kunjungan pasien kanker pada tahun 2018 mencapai 10.154 kasus meningkat dibanding tahun 2017 yaitu 8.376 kasus atau terealisasi 135,39% dari target 7.500 kasus.
  7. Jumlah kunjungan pasien hemodialisa pada tahun 2018 mencapai 13.545 meningkat dibanding tahun 2017 yaitu 7.236 kasus atau 208,38% dari target yang sudah ditetapkan sebesar 6.500 kasus.
  8. Pada tahun 2018, Jumlah kunjungan pasien PONEK yaitu 34.191 meningkat dibanding tahun 2017 yaitu 7.881 kasus atau terealisasi 393 % dari target sebesar 8.700 kasus.
  9. Selama Tahun 2018 RSUD Kota Bogor mendapatkan beberapa penghargaan yaitu :

RSUD Memperoleh penghargaan inovasi pelayanan publik tahun 2018 dari Provinsi Jawa Barat.

RSUD Memperoleh penghargaan Unit Penyelenggaran Pelayanan Publik dengan kategori Pelayanan Prima Tahun 2018 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Mendapat Peringkat 8 tingkat Nasional dalam program inovation Grand Awards (IGA) tingkat nasional yang merupakan inovasi Walikota dalam upaya penurunan Stanting di Kota Bogor.

  1. Penutup

Tahun 2018 ditandai dengan keberhasilan pencapaian target Universal Health Coverage(UHC) kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional/ Kartu Indonesia Sehat di Kota Bogor dengan diterimanya plakat UHC dari BPJS Kesehatan. Bogor adalah kota ketiga di Jawa Barat yang menerima plakat UHC dari BPJS Kesehatan. Karena data BPJS Kesehatan menyebutkan per Desember 2018, jumlah penduduk kota Bogor yang telah menjadi peserta JKN/KIS telah mencapai 983.077 jiwa atau 96,25 persen dari total penduduk.

Pada saat yang sama, layanan perizinan kota Bogor yang mengusung tagline SMART (Sederhana, Mudah, Akuntabel, Ramah, Tepat Waktu) telah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Aplikasi SMART telah masuk 22 top inovasi di tingkat provinsi Jawa Barat dan masuk top 99 inovasi pelayanan publik dari kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Sedangkan aplikasi Anjas Go Clear, sebuah sistem pendukung keputusan komprehensif untuk pengisian jabatan struktural. Sejak digunakan, aplikasi ini mampu mereduksi dengan signifikan kesalahan pengisian jabatan struktural seperti golongan atasan yang lebih rendah dari bawahan, dua jabatan diisi oleh satu orang, satu orang mengisi dua jabatan dan pengisian jabatan kosong lebih diprioritaskan dengan tersedianya menu jabatan kosong. Bahkan aplikasi Anjas Go Clear telah masuk top 40 inovasi pelayanan publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi.

Masih dalam aspek pelayanan publik, 3 perangkat daerah di Kota Bogor mendapat apresiasi khusus dari Kementrian Menpan RB. Ketiganya adalah RSUD kota Bogor masuk kategori A yang artinya Pelayanan Prima; DPMPTSP masuk kategori A- yang artinya sangat baik, dan Disdukcapil masuk kategori B yang artinya baik.

Ombusdman Republik Indonesia pun memberikan kota Bogor predikat kepatuhan tinggi terhadap Standar Pelayanan Publik dengan nilai 86,49 atau masuk dalam kategori zona hijau. Capaian jauh lebih baik dibandingkan penilaian di tahun 2017 yang menempatkan kota Bogor dalam zona kuning dengan nilai 75,84.

Tahun 2018 ditandai pula dengan keberhasilan Kota Bogor mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk kali kedua. Ini adalah bagian dari upaya untuk terus menghadirkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Selanjutnya sebagai upaya mewujudkan Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga, diantaranya telah dilakukan penyelenggaraan Sekolah Ibu yang mulai membuahkan hasil. Tercatat sudah ada 4.080 ibu rumah tangga warga Kota Bogor yang telah mengikuti program Sekolah Ibu. Seiring dengan itu catatan Pengadilan Agama Bogor menyebutkan, angka perceraian di Kota Bogor di tahun 2018 mengalami penurunan, hampir lebih dari 10 persen.

Dalam upaya mengurangi penggunaan kantong plastik, Kota Bogor telah memiliki Peraturan Walikota Nomor 61 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik Di Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang berisi pelarangan penggunaan kantong plastik di seluruh minimarket, supermarket, dan pusat perbelanjaan di Kota Bogor. Perwali ini dikuatkan dengan kampanye massif berjudul BOTAK (Bogor Tanpa Kantong Plastik) untuk semakin menguatkan pemahaman warga untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik ketika berbelanja. Sejauh ini tercatat, seluruh Indomaret dan Alfamat serta 24 pusat berbelanjaan di Kota Bogor telah ikut serta mensukseskan program ini.

Untuk penataan transportasi, permasalahan kemacetan di kawasan RE Martadinata, mendapat titik cerah dengan mulai dibangunnya konstruksi fly over Martadinata yang pembiayaannya dari Kementrian PUPR. Diatergetkan pada tahun 2021, fly over Martadinata terbangun dan akan mengurai masalah kemacetan di area tersebut.

Di kawasan Surya Kencana, penataan terus dilakukan untuk memperkuat landmarkgerbang Suryakencana yang antara lain ditempuh dengan pembangunan pedestrian sepanjang 900 m jalur kanan dan 130 m jalur kiri. Tujuannya adalah untuk mendorong warga menikmati kawasan Suryakencana dengan nyaman.

Di bidang olahraga, pencapaian duta-duta olahraga kota Bogor di ajang PORDA Kota Bogor telah mempersembahkan 57 emas, 35 perak, dan 71 perunggu. Raihan medali ini adalah yang terbaik sepanjang keikutsertaan kota Bogor dalam PORDA Jawa Barat.

Di tahun 2018 telah dilaksanakan dua pesta demokrasi dengan baik, masing-masing Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bogor. Warga Bogor tetap rukun dan guyub dan pada saat yang sama, partisipasi pemilih menurut catatan KPU kota Bogor mencapai 75,38 persen dari DPT atau lebih baik dari pelaksanaan pesta demokrasi sebelumnya.

Pada tahun 2018, Kota Bogor juga mencatat adanya perolehan bantuan luar negeri. Diantaranya, kepercayaan dari JICA untuk memperoleh bantuan peningkatan pedestrian di ruas jalan Pajajaran (Terminal Baranangsiang-KFC) senilai Rp1 milyar melalui program JUTPI. Pada saat yang sama, Catholic Relief Service (CRS), dan Save The Children berperan besar membantu BPBD Kota Bogor menyiapkan warga Kota Bogor agar memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Sedangkan lembaga Clean Air Asia turut membantu Kota Bogor dalam menyusun Rencana Aksi Udara Bersih Kota Bogor. IUWASH PLUS, program US AID telah memberikan bantuan aplikasi layanan sedot tinja sebagai aplikasi prototife umum generik yang akan diterapkan pada seluruh kota mitra IUWASH PLUS di Indonesia. Tahun ini juaga telah dijalin komunikasi dan inisiasi dengan Kota Bogor untuk mewujudkan kerja sama strategis dalam pengembangan kota hijau dan kota cerdas.

Dari seluruh program dan kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2018, Kota Bogor telah meraih beberapa predikat dan penghargaan tingkat nasional dan tingkat provinsi, sebagai berikut :

  1. Kota Bogor meraih Public Relation Indonesia Award 2018 untuk kategori kota terpopuler di Media.
  2. Kota Bogor meraih Penghargaan Natamukti Nindya Dari Menteri Koperasi Dan UKM;
  3. Kota Bogor meraih Predikat Kinerja Status Sangat Tinggi untuk LPPD 2016;
  4. Kota Bogor meraih Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Jawa Barat atas Inovasi Jurus Mandiri di RSUD Kota Bogor;
  5. Kota Bogor meraih Predikat Terbaik Ketiga Penyampaian LKPD pada Treasury Award 2017;
  6. Kota Bogor meraih Penghargaan Tertinggi Pastika Awya Pariwara dari Kementerian Kesehatan karena berhasil mengimplementasikan kebijakan/ Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Kota Bogor meraih penghargaan terbaik ke 2 untuk pemeringkatan DPMPTSP se-Jawa Barat. Kota Bogor meraih Sertifikat ISO 9001:2015 untuk Dinkes Bogor di bidang pelayanan perizinan tenaga kesehatan dan sarana kesehatan. Kota Bogor meraih Top 100 BPR Award untuk Bank Kota Bogor.

Kota Bogor meraih Top 100 Finance 2018 untuk Bank Kota Bogor. Kota Bogor meraih predikat ISO 9001:2015 untuk Kecamatan Bogor Utara di bidang manajemen mutu pelayanan publik. Kota Bogor meraih Penghargaan Kota Layak Anak tingkat Madya dari Kementerian PPPA. Kota Bogor meraih Golden Award Untuk BPR Bank Kota Bogor dari majalah Info Bank. Kota Bogor meraih Penghargaan Proklim Dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk Kelurahan Cipaku. Kota Bogor meraih Juara 1 Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional Untuk TK Akbar Kategori Sekolah dengan pencapaian terbaik (Best Achievement). Kota Bogor meraih BKD Award kategori Manajemen Karir Terbaik dan Inovasi Terbaik Klaster III. Kota Bogor meraih Penghargaan Terbaik Ke-2 dalam TKKSD Award tingkat Provinsi Jawa Barat dalam manajemen kerja sama daerah.

Kota Bogor meraih Harapan 2 penghargaan Sinergitas Kinerja Kecamatan Tahun 2018 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kota Bogor meraih penghargaan dari BNPB Republik Indonesia Atas Kinerja BPBD Kota Bogor Dalam Pengurangan Resiko Bencana di kota Bogor. Kota Bogor menerima penghargaan berupa Indonesia Road Safety Award (IRSA) yang merupakan penghargaan bagi Kota/Kabupaten yang berkomitmen dengan manajemen keselamatan jalan. Kota Bogor mendapatkan dua apresiasi yaitu sebagaiKota Terbaik Pada Upaya Meningkatkan Kualitas Sarana Pejalan Kaki Yang Berkeselamatan dan Pemenang Pilar Empat untuk Kota Terbaik Pada Kategori Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan.

Di tengah berbagai pencapaian tersebut, disadari bahwa masih terdapat beberapa pekerjaan rumah yang tersisa. Pemerintah Kota Bogor meminta maaf jika seluruh kinerja dan pencapaian tersebut belum bisa memenuhi harapan seluruh warga kota Bogor. InsyaAllah, di tahun-tahun mendatang, saatnya menguatkan sinergi, menguatkan kolaborasi, dan menguatkan komitmen bersama untuk menyelesaikan pekerjaaan rumah menuju Bogor yang jauh lebih baik.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here