Portal Jalan Menuju Obyek  Wisata Goa Kiskendo Tuai Masalah.

0
240

Modus investigasi.Com | Kendal 

Reporter : Heru Sisyanto 

Sehubungan dengan pemasangan portal menuju obyek wisata goa kiskendo oleh warga desa trayu kecamatan Singorojo kabupaten Kendal Jawa tengah atas persetujuan  desa dan pihak terkait menuai masalah dari salah satu pemilik wahana obyek wisata, pasalnya pemasangan portal tersebut sangat mengganggu para pengguna jalan yang mau menuju ke obyek wisata goa kiskendo serta menuju ketempat-tempat lain ” ungkap Sutekno”.

Walaupun pemasangan portal itu dengan dalih untuk mengantisipasi rantai penularan virus corona ( covid-19 ), sangat kurang pas atau kurang  tepat karena keberadaan sangat mengganggu bahkan merugikan pihak-pihak lain, apalagi portal tersebut berada di jalan milik Pemkab dan disana ada pelaku usaha pendukung obyek wisata goa kiskendo. Kalau tujuannya portal untuk memutus rantai penularan Virus Corona ( Covid-19 ) apa lebih baiknya di jalan desa saja, saya berharap sebagai kepala desa trayu bisa lebih peka dan segera bertindak agar tidak menimbulkan gejolak yang kurang baik ” himbau Sutekno “.

Sementara itu pemasangan portal yang dilakukan oleh warga semata-mata untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah virus covid-19 , jadi jalan menuju ke obyek wisata memang kami tutupja sejak adanya wabah covid-19, namun pengunjung yang hendak ke obyek wisata goa kiskendo tetap bisa masuk” kata petugas jaga Faridho ” 27/ 05/2020 jam 10.30 wib .

Menurut Faridho penutupan ini tidak ada unsur lain kecuali untuk mengantisipasi adanya penyebaran covid-19, karena pengunjung obyek wisata kiskendo ini tidak hanya dari desa setempat melainkan dari luar desa bahkan tidak sedikit dari luar kecamatan, dengan dipasangnya portal agar para pengunjung yang datang ke obyek wisata ini terdata dengan rapi ” tandas faridho”.

Maka kepala desa trayu Zaenudi dimintai keterangan terkait masalah tersebut , bahwa pada saat pemasangan portal dirinya belum dilantik menjadi kepala desa, sekarang dirinya sudah di lantik menjadi kepala desa  secara yuridis dirinya menjadi ketua gugus covid-19″ terang Zaenudi”.

Walaupun demikian dirinya tidak bisa serta merta untuk memindahkan atau membongkar portal tersebut sebelum covid-19 reda dan itupun  harus bermusyawarah dengan warganya dan petugas lainnya. menurut Zaenudi jika memang situasi sudah kondusif pihaknya akan membongkarnya dan warga

juga tidak mungkin akan menjaga portal tersebut, karena untuk membayar orang yang  jaga portal tersebut juga dari iuran warga sendiri dan tak mungkin akan terus menerus” tegas Zaenudi”.***