Ridwan Kamil Siapkan Sanksi Buat Penyelenggara, Usai Di Periksa Selama 7 Jam

0
16

Reporter : Veronica

Modusinvestigasi.com, Jakarta – Setelah diperiksa sekitar tujuh jam oleh penyidik gabungan Bareskrim Polri dan Polda Jawa Barat (Jabar), Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan. Kang Emil, demikian nama panggilannya, langsung memberikan keterangan kepada para wartawan. Sesuai dengan tujuan pemeriksaan yang dilakukan pihak penyidik Polri, Emil menjelaskan perihal kerumunan pada acara Habib Rizieq Shihab (HRS) di Megamendung Kabupaten Bogor, Jabar dan pihaknya sudah menyiapkan sanksi untuk penyelenggara acara.

“Jika ada peristiwa di Jawa Barat yang kurang berkenan, saya tentunya minta maaf. Permohannan maaf atas kekurangan dan tentunya akan kita sempurnakan,” kata Ridwan Kamil, usai diperiksa di Bareskrim Polri, Jumat (20/11/2020).

Emil mengaku, ia dimintai klarifikasi terkait kapasitasnya sebagai Ketua Komite Penanggulangan Covid-19 dan juga Gubernur Jawa Barat atas kerumunan di Megamendung.

“Saya sampaikan secara moril saya sangat meyakini semua urusan, semua dinamika yang ada di Jawa Barat adalah tanggung jawab saya sebagai gubernur. Tentulah apa yang terjadi positif negatif kelebihan kekurangan tentu menjadi tanggung jawab saya,” kilahnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan akan ada sanksi kepada penyelenggara acara Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor itu. Dendanya kemungkinan bisa dijatuhkan denda maksimal yakni Rp 50 juta.

Dikatakan, peraturan di DKI dan Jabar berbeda walau jenisnya sama. “Di Jabar denda Rp 50 juta itu urutannya ke tiga. Sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan sanksi administratif jelas ada. Sanski administratif itu kan bisa denda dari Rp 50 ribu sampai Rp 50 juta. Peraturan ┬áBupati Bogor juga ada sanksi,” tutur Kang Emil.

Diungkapkan, selama 10 bulan mengurusi pandemi Covid-19 menghadapi banyak dinamika yang terjadi di masyarakat. Semua kekurangan akan diperbaiki.

“Sepuluh bulan mengurusi Covid-19, terjadi dinamika naik turun dalam proses-prosesnya sehingga yang baik akan kita teruskan, yang kurang-kurangnya tentunya kita akan perbaiki,” tukasnya.

Selain itu, Kang Emil juga menghimbau kepada masyarakat dan pimpinan semua golongan di masyarakat untuk selalu menjaga lisannya dengan kata-kata yang sejuk di tengah pandemi Covid-19.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, kepada para pemimpin di level komunitas, pemimpin partai, pemimpin wilayah, semuanya, untuk menjaga lisan, menjaga tindakan selama Covid ini. Kata-katanya yang sejuk, bukan yang bikin ngamuk. Tindakannya yang inspiratif, bukan yang bikin provokatif,” tuturnya.

Kang Emil mengakui banyak pelanggaran protokol kesehatan yang muncul saat demo hingga rangkaian kegiatan pilkada. Pihaknya mengijinkan masyarakat melakukan kegiatan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Pemerintah mengizinkan masyarakat untuk berkegiatan asal AKB. Maulidan boleh, asal AKB maksimal 50 orang, sisanya pakai HP (daring). Pernikahan juga boleh, tapi maksimal berapa orang. Boleh mengadakan kegiatan tapi jangan pakai pola yang lama,” katanya.

Ia mencontohkan, kerumunan acara HRS di Megamendung Kabupaten Bogor yang merupakan pola lama hingga ribuan orang, akibatnya ada yang terkena Covid-19. “Jadi, ada lima orang di Megamendung positif,” ucapnya.