Sadis, Oknum Kades Watu Agung Tuntang Di Duga Tipu Warganya

0
7855

Modusinvestigasi.com | Semarang | Achmad / Tim

Dugaan penipuan oknum Kades Watu Agung, Tuntang,  Kabupaten Semarang ini sangat sadis. Karena dugaan penipuan ini memakan korban warganya, dengan alasan uang warga yang di simpan di BRI hilang lantas di sarankan untuk di pindah ke KSP Gradiska milik sang Kades, dengan janji janji bunga besar ujung ujungnya uang warga melayang tidak kembali.

Kasus ini terungkap wartawan saat warga mengeluh “Kejadiannya sejak tahun 2013, saat itu kami dan teman teman mendapat ganti rugi pembangunan jalan Tol Rp. 50.000.000.- uang saya raib, waktu itu saya tabung di BRI, tapi pak Kades bilang kalau kalau di simpan di BRI duitnya bisa hilang lantas di suruh ngambil untuk di pindah di koperasinya, namanya KSP GRADlSKA” papar Suwardi warga Glendang Rt 05/Rw 03 desa Watu Agung Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. pada wartawan media ini sambil berlinang airmata.

Lebih lanjut Suwardi mengatakan kalau korban dugaan penipuan berkedok koperasi milik oknum Kades ini bukan dirinya saja, “Banyak korbannya mas, seperti Mundarwati anak saya yang sekarang tinggal di dusun Setoyo Rt 04/Rw 08, desa Keji Ungaran barat. Rp. 40.000.000.- melayang, Mayasari masih anak saya juga mas korban Rp. 40.000.000.- Galih  Eka Pratama Rp. 45.000.000.- cucu saya yang kedua orang tuanya meninggal sejak kecil. Paijan Rp. 30.000.000.-  melayang juga” ungkapnya.

Modusnya sang oknum Kades berinisial HC menakut nakuti pada warga tersebut kalau nabung di BRI bisa hilang, lantas HC menyarankan untuk mengambil dan memindahkan uang tersebut ke KSP (Koperasi Simpan Pinjam) GRADlSKA, dengan janji janji bunga tinggi. “Uang kamu akan aman dan gak akan hilang bahkan nantinya kamu akan mendapatkan hasil tiap bulannya, yang bisa buat keperluan kamu tiap hari” bujuk kades, yang di tirukan Suwardi. Tapi semua hanya bujuk rayu dan akal akalnya Kades HC saja

Semua korban uang yang di temui tim wartawan modus investigasi semua pada mengeluhkan tindakan oknum Kades yang berperan dari mulai  mengantar pengambilan uang ke BRI untuk di pindahlan ke KSP GRADISKA.

Suwardi dalam keadaan sakit bersama anaknya Mundarwati di ajak ke BRI untuk mengambil uangnya. Setelah di ambil uang tersebut mereka pulang kerumahnya HC dan diserahkannya uang dari korban ke HC

Dari HC uang tersebut dikasihkan sama Joko Supeno selaku ketua KSP GRADISKA dirumahnya HC tidak dikantor KSP GRADISKA

Janggal juga kalau kades tersebut tidak mendapatkan untung dari dan membawa lalu mengarahkan korban ke KSP GRADISKA

“Waktu itu saya pernah meminta agar pak kades HC mengambilkan uang untuk biaya pernikahan saya tapi gak dikasih malah dihutangi sama pak kades sebesar Rp 5.000.000 dengan alasan nanti kalau punya kamu cair diganti ya…?” Ujar Mundarwati saat ditemui tim.

Hal serupa juga dilakukan oleh Mayasari saat ditemui tim dirumahnya bersama Suwardi juga korban masih tinggal satu rumah

“Saat kami meminta untuk ambil uang guna keperluan pernikahan tapi pak kades malah mengarahkan ke KSP GRADISKA

DI KSP GRADISKA

Mayasari mendapat jawaban. Kalau KSP GRADISKA sudah kolep

Mayasari yang gak tahu menahu masalah itu minta pertanggung jawaban pak kades, Tapi sang kades malah jawab  disuruh mengikhlaskan uangnya

Hal itu dilakukan berkali kali minta pertanggung jawaban pak kades tapi Mayasari pulang tangan hampa, Kartini pengasuh galih yang ditinggal kedua orang tuanya  sejak kecil (yatim piatu) juga memintakan haknya galih Eka Pratama guna kebutuhan sekolah juga keperluan sehari harinya juga tidak mendapatkan uangnya kembali. Malah sang kades Heryu Cahyono  jawab nanti kalau Galih Eka Pratama sudah umur 17 tahun uangnya tak kasihkan, Katanya Kartini sedih saat ditemui tim

Paijan yang jadi korban janji manis sang kades saat meminta uangnya kembali pun sampai jatuh sakit Dan dirawat beberapa hari dirumahnya sakit

Hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya Juga belum mendapatkan haknya Kesemua korban tersebut adalah warga watu agung,  Kades yang seharusnya menjadi bapak bagi warganya  malah menjadi momok diwilayahnya sendiri.

Joko Supeno ketua KSP GRADISKA, saat di konfirmasi mengenai uang saat diambil dari Bank BRI terus dibawa kerumah kades,  membenarkan “Benar uang di serahkanke saya” katanya.

Setelah di tanya kenapa tidak dikantor KSP GRADISKA? Joko Supeno akhirnya mengajak kekantor.

Di singgung masalah Apa KSP GRADISKA sudah kolep ? Joko mengatakan, Mau dibilang kolep kantor tetap buka dan aktifitas seperti biasa dengan menjalankan sisa2 dqnq dari tagihan

Karena saya juga berniat mengembalikan dana nasabah.

Sedangkan Kades HC saat akan di konfirmasi belum bisa di temui. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here