TMMD Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

0
28

Modusinvestigasi.com | Purworejo

Reporter : Tutik Ambarwati/Pendam IV Diponegoro

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan bagian dari cara mempertahankan dan mengikat kebersamaan dengan Masyarakat Desa guna mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan yang terjadi salah satunya masalah ekonomi dan pengentasan Sektor Masyarakat kurang Mampu.

Dengan adanya wabah Covid-19 Prajurit TNI AD berbuat sebisa mungkin untuk membantu Masyarakat disekitarnya salah satunya dengan meningkatkan ekonomi melalui kegiatan TMMD dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada setiap kegiatan.

Tercatat pada Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, bahwa penduduk miskin terhitung per Maret 2020 mencapai 3,98 juta orang diantaranya berada di pedesaan.

Sehingga diharapkan melalui program TMMD akan terjadi pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan  masyarakat di wilayah pedesaan. Jum’at (25/09/2020)

Demikian penyampaian Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P., di ruang kerjanya saat disinggung tentang pelaksanaan program TMMD Reguler ke-109 tahun 2020 yang dibuka 22 September 2020 lalu.

Pada program TMMD Reguler ke-109 tahun 2020 di wilayah Kodam IV/Diponegoro digelar di empat tempat terpisah yakni di wilayah Kodim 0713/Brebes berlokasi di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Wilayah Kodim 0708/Purworejo berlokasi di Desa Sedayu Kecamatan Loano  Kabupaten Purworejo, wilayah Kodim 0715/Kendal berlokasi di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal dan di wilayah Kodim 0727/Karanganyar yang dialokasikan di Dusun Payungan Desa Jatiwarno Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar.

Dengan Kegiatan kali ini Sasaran TMMD yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan  kesejahteraan diantaranya adalah sasaran fisik seperti yang dilaksanakan TMMD di wilayah Kodim Purworejo yaitu pembangunan jalan sepanjang 1665 meter lebar 4 meter dan tinggi 12 cm yaitu membuka akses ke glamping Deloano yang merupakan kawasan wisata setrategis unggulan nasional Badan Otorita Borobudur, pembangunan tempat bersuci (wudhu), pembangunan MCK dan bedah rumah serta pembuatan siskamling. Selain sasaran fisik juga terdapat sasaran non fisik diantaranya sosialisasi narkoba, bela negara, wawasan kebangsaan, mengaktifkan tari tari daerah sebagai bukti wujud melestarikan budaya daerah agar tidak punah, pemberian sosialisasi pencegahan penularan Covid-19 dan pembagian Masker.

Menurut Kapendam, dengan sasaran fisik tersebut diharapkan terjadi peningkatan produksi hasil pertanian, pendapatan, perputaran ekonomi menjadi lebih stabil, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik sehingga masyarakat menjadi lebih sejahtera. Sedangkan melalui sasaran non fisik, diharapkan masyarakat di pedesaan akan lebih terbuka dan memiliki wawasan yang luas tentang bagaimana membangun keluarga yang sejahtera dan mengelola potensi wilayah yang ada di desa masing-masing menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi sehingga dapat menjadi sumber pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan pada masa yang sulit sekarang ini adanya Pandemi Covid-19, TNI dan Masyarakat harus saling bersatu, bersinergi, saling bekerjasama guna membangun persatuan dan kesatuan untuk bisa berinovasi serta kerjasama meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan yang bersifat positif Inovatif terutama pada kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa, Pungkas Letkol Susanto.***