Walikota Semarang Ingin Semua Jembatan di Semarang Berdiri Kokoh

0
153

Modusinvestigasi.com | Semarang | Parjiono

Rutin blusukan ke kampung-kampung di Kota Semarang sejak 2011, Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi sebut blusukan ke Kampung Persen, Sekaran, sebagai yang terberat.

Untuk itu Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut, menyampaikan jika dirinya tertantang untuk melakukan pembenahan permukiman yang berada pada wilayah Kecamatan Gunungpati itu.

“Sepanjang saya berkeliling sejak tahun 2011, pagi ini adalah yang terberat. Medannya berat, sehingga pekerjaan rumah untuk membenahinya juga butuh energi yang luar biasa,” ungkap Wali Kota Semarang tersebut.

Meski demikian, lanjutnya, dirinya justru merasa senang karena setidaknya dapat mengetahui kondisi riil lapangan, sehingga dapat mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat.

Dari pantauan pagi itu di Kampung Persen, dia setidaknya menyimpulkan ada dua pekerjaan besar yang harus digarapnya.

Dua hal tersebut yaitu terkait permasalahan adanya jembatan yang masih menggunakan material bambu, hingga terjadinya tanah longsor di desa Bantardowo sedalam 2 meter yang membutuhkan perbaikan.

Terkait adanya jembatan yang masih menggunakan material bambu sendiri, Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut menginginkan seluruh jembatan yang ada di Kota Semarang kokoh.

Maka dari itu untuk mengokohkan jembatan yang ada di Kampung Persen, Hendi akan melakukan perbaikan sementara dengan penggantian material bambu dengan kayu yang lebih kuat dan tebal.

“Harapanya dengan materialnya diganti, maka dapat memberi keamanan dan kenyamanan lebih bagi pengguna jembatan,” jelas Hendi.

“Itu sementara, nanti di tahun 2020 kita bangun jembatan gantung dengan material besi di Kampung Persen, sehingga lebih kokoh lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, Hendi sebagai Wali Kota Semarang juga mengingatkan warga untuk kembali menggiatkan siskamling guna menghentikan tindak kriminal pembakaran mobil yang terjadi di beberapa wilayah Kota Semarang.

“Dari 15 kejadian di Kota Semarang, belum jelas niat pelaku melakukan pembakaran yang rata-rata dilakukan sekitar pukul 00.00 hingga 05.00 pagi,” sebutnya.

“Jangan takut ! ayo kita lawan bersama-sam ! Saat ini total ada 1.770 personil kepolisian yang diturunkan di setiap kelurahan se-Kota Semarang. Aktifkan lagi siskamling dan buat portal satu pintu khusus untuk malam hari,” himbau Hendi.

Senada, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Iswa Aminuddin juga menegaskan akan segera memulai perencanaan teknis untuk membangun jembatan gantung di Kampung Persen.

“Membangun infrastruktur di daerah dengan kondisi medan seperti di Kampung Persen itu tidaklah mudah. Salah satu kendalanya nanti pada saat mobilisasi alat berat dan material,” jelas Iswar.

“Maka dari itu kami membutuhkan waktu untuk menyusun perencanaan tekhnis yang matang terlebih dahulu, sebelum memulai pembangunan,” lanjutnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here