Beranda Daerah Sengketa Lahan PT.WKS Dengan Kelempok Tani Mekar Jaya Tidak Selesai, Timdu Akan...

Sengketa Lahan PT.WKS Dengan Kelempok Tani Mekar Jaya Tidak Selesai, Timdu Akan Cek Lokasi

3
0

ModusInvestigasi.Online . Kuala Tungkal – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang saat ini di pimpin oleh KH. Drs. Anwar sadat dan Hairan, SH melalui Tim Terpadau (Timdu) secara resmi kembali membuka rapat lanjutan terkait permasalahan Kelompok Tani Mekar Jaya dengan PT. WKS yang di gelar di JL. Prof. Sri Soedewi MS SH tepatnya di aula Badan kesatuan Bangsa Dan Politik (KESBANGPOL) Rabu, (3/11/2021).

Rapat tersebut di pimpin langsung oleh Kaban Kesbangpol, Drs.Azis Muslim, M.AP yang di hadiri oleh ketua kelompok tani mekar jaya, H. Soma Wijaya (106 tahun), Intel Polres, Ketua LSM KMPK, BPN Tanjab Barat, Ahmad lutfi, Bag SDA, KPHP Tanjab Barat, Dan 3 orang perwakilan dari PT. WKS.

Dalam sambutannya Kaban Kesbang Drs. Azis Muslim, M.AP mengatakan bahwa rapat tersebut adalah rapat lanjutan karna beberapa pekan yang lalu terselenggaranya MTQ Ke-50 Tingkat Provinsi Jambi, sehingga waktu dan pemikiran terpokus terhadap MTQ tersebut.

“Pertemuan di Kesbangpol yang sudah kita laksanakan, ada beberapa hal yang memang belum kita lakukan. Tapi kami minta maaf belum dapat merealisasikannya karna kita berbenturan dengan kegiatan padatnya jadwal pada saat MTQ, jadi kita betul betul terkuras pikiran tenanga untuk melaksanakan kegiatan MTQ yang alhamdulilah kita bisa melaksanakan dengan baik. Sehingga kita meraih juara umum se-Provinsi Jambi, oleh karnanya hari ini kita kembaili mengundang pihak terkait dan timdu untuk kembali melakukan upaya dan langkah agar persoalan tuntutan H. Soma Wijaya ini dapat di penuhi oleh pihak PT. WKS “. Ujar Azis

Selanjutnya ia pun menanyakan kepada pihak PT WKS terkait sejauh mana mengakomodir / dalam rangka menindak lanjuti yang menjadi keinginan H. Soma Wijaya selaku ketua Kelompok Tani Mekar Jaya.

“Tentunya manajemen tidak serta merta percaya loh pak terhadap apa yang ada di lapangan tentu poin 2 dan 3 itu menjadi kepentingan kami untuk memutuskan sesuatu, karana kita anggap juga yang lalau itu juga laporannya belum klir.” Jawabnya

Ia menambahkan, “Jadi kita membutuhkan dua poin yang turun ke lapangan itu, yang perivikasi lapangan itu pak. Tentunya dari gambaran itu sendiri manajemen meberikan gambaran rujukan seperti apa ? Kalo saya sekarang menghadapkan itu dengan manajemen dengan berdasarkan pertimbangan dan apa yang di bilangkan oleh kelompok pak Soma Wijaya itu sama dengan saya bunuh diri saja pak. Ya yang nama nya perusahaan tentunya pasti butuh hasil verivikasi data dan tidak bisa hanya di bilang katanya,” Cetusnya

Sementara itu, juru bicara Kelompok Tani Mekar Jaya, Tulang Haidir yang berkesempatan memberikan tanggapan dari apa yang di sampaikan perwakilan PT. WKS yang mempertanyakan keabsahan data yang selama ini di sampaikan oleh Kelompok Tani Mekar Jaya ke Pihak legeslatip dan Exekutiv.

“Disini kami juga sudah memberikan data objektif kepada pemerintah melalui Tim terpadu di kesbangpol ini. Tapi ingat pak, pada saat dulu bapak melakuakan verivikasi titik kordinat beserta perwakilan kehutanan Provinsi Jambi belum pernah kami terima hasilnya. lalu data-data yang kami miliki ini, yang sudah sempat kami sampaikan ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Apakah dianggap tidak objektif ? Apakah mengada-ngada buatnya ? karna di data-data kami melibatkan unsur pemerintah mulai dari kades dan camat dan lainnya”. Tegas Tulang

Tulang menambahkan “Kami menyadari di Kabupaten tanjung jabung barat ini ad pemerintah, makanya kami menyampaikan data-data kepada pemerintah dengan apa adanya agar mereka mempasilitasi penyelesaian masalah ini “. Terangnya.

Adapun kesimpupan rapat Timdu menuangkan dalam selembar surat yang mana terdapat 3 poin penting untuk menindaklanjuti permasalahan antara Kelompok Tani Mekar Jaya dan PT. WKS berupa berita acara selanjunya.

Timdu bersama instansi terkait serta pihak-pihak yang bersengketa akan melaksanakan pengecekan di lapangan yang akan di laksanakan pada hari Rabu, tanggal 10 November 2021.

Peninjawan dilapangan untuk mengetahui apakah lahan yang di permasalahkan tersebut adalah lahan AP atau APL.

Diminta kepada pihak-pihak untuk membawa dikumen yang di perlukan sebagai pertimbangan Timdu selanjutnya.*(Yus)

Artikel sebelumyaSambutan Menpora Pada Hari Sumpah Pemuda Yang Ke-93 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya
Artikel berikutnyaSMP Negeri 1 Adipala Cilacap Laksanakan Vaksinasi Dosis Dua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here