Beranda Nasional MenKopUKM Sebut Media Bisa Jadi Kanal Literasi Ekosistem Digital UMKM

MenKopUKM Sebut Media Bisa Jadi Kanal Literasi Ekosistem Digital UMKM

5
0

MModusinvestigasi.Online, Bogor – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyadari betul pentingnya UMKM masuk ke ekosistem digital agar proses bisnisnya menjadi lebih efisien, rantai perdagangannya menjadi lebih pendek, serta pasarnya semakin luas.

“Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong percepatan transformasi digital dengan pengembangan ekosistem digital dari hulu ke hilir,” tandas Teten, pada acara diskusi daring Aliansi Jurnalis Independen (AJI), di Jakarta, Selasa (14/12).

Untuk itu, lanjut Teten, perlu adanya ekosistem digital yang membantu UMKM meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnisnya menjadi lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Langkah yang musti dilakukan adalah penguatan basis data tunggal dan konsolidasi usaha didorong, baik melalui korporatisasi usaha melalui koperasi, factory sharing, dan lain-lain. “Produk UMKM cenderung berlomba membuat brand sendiri-sendiri dengan minim value creation,” ungkap MenKopUKM.

Sementara untuk peningkatan kapasitas dan keterampilan digital bagi SDM UMKM, dilakukan melalui serangkaian pelatihan, pendampingan dan inkubator usaha, khususnya sebagaimana tercantum dalam PP 7/2021. Yaitu, pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan sistem aplikasi pembukuan atau pencatatan keuangan.

“Lebih dari itu, digitalisasi pembukuan dan transaksi keuangan juga dapat menjadikan UMKM lebih akuntabel. Sehingga, mempermudah mendapat akses pembiayaan ke lembaga keuangan formal,” jelas MenKopUKM.

Apalagi, plafon KUR dari sebelumnya maksimum Rp500 juta, naik menjadi Rp20 miliar. Dan, KUR tanpa agunan naik dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.

Begitu juga dengan penerapan financial technology (fintech), salah satunya memperluas target merchant UMKM pengguna QRIS hingga 12 juta merchant pada 2021.

Tak ketinggalan, penumbuhan start-up pembiayan digital lainnya yang saat ini mulai banyak yang berfokus pada pembiayaan UMKM seperti tanifund, igrow, fundex, dan sebagainya.

Langkah berikutnya, perluasan rantai pasok dan akses pasar digital. Saat ini, 16,4 juta UMKM telah on-boarding di ekosistem digital, naik 105 persen atau dua kali lipat selama pandemi.

Bagi Teten, media dan para jurnalis juga menjadi bagian penting dalam ekosistem digital tersebut. “Saya berharap media baik elektronik maupun non-elektronik, dapat menjadi kanal peningkatan mindset dan literasi pentingnya ekosistem digital bagi UMKM,” pungkas MenKopUKM. (Vhe)

Artikel sebelumyaKabupaten Pelalawan Terima Penghargaan Smart City Dimensi Smart Economy Tahun 2021 dari Kemenkominfo
Artikel berikutnyaKapolda Apresiasi Masyarakat Banyumas, Pilkades Serentak Berjalan Aman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here