Beranda Daerah Jalan Toll Khusus Tambang Makin Tak Jelas

Jalan Toll Khusus Tambang Makin Tak Jelas

36
0

Modusinvestigasi.Online, Bogor – Bupati Ade Yasin, mengaku belum mendapatkan informasi lagi terkait rencana pembangunan jalan tol khusus angkutan tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor.

Rencana yang dihembuskan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan juga Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) beberapa tahun lalu itu hingga kini belum diketahui kapan akan direalisasikan.

“Ya itu jangka panjang dari Pemprov Jabar ya, tapi belum tahu kapan akan direalisasikan. Yang jelas saat ini, kami telah merespon dengan menerbitkan Perbup mengatur operasional truk tambang agar tidak mengganggu aktifitas masyarakat di siang hari,” kata Ade Yasin, Selasa (4/1).

Menurutnya, kebijakan aturan operasional truk tambang tersebut merupakan salah satu persiapan sebelum rencana pembangunan jalan tol tambang direaliasikan.

“Ya minimal persiapan itu kita lakukan. Karena yang harus kita sikapi segera adalah bagaimana caranya agar masyarakat tidak terganggu, sehingga kita terbitkan Perbup,” tegas Ade Yasin.

Dalam Perbup Bogor Nomor 120 Tahun 2021 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Ang­kutan Barang Khusus Tambang Pada Ruas Jalan di Wilayah Kabupaten Bogor itu berlaku untuk semua kendaraan angkutan barang khusus tambang baik yang mengangkut tanah, pasir, batu, gamping atau batu kapur.

Selain itu, perbup yang dikeluarkan pada 29 Desember 2021 tersebut juga mengatur kewajiban kendaraan tambang yang melintas di Bumi Tegar Beri­man.

Mereka wajib menjaga kebersihan jalan yang dilalui, memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan serta mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan dan kelas jalan.

“Pelanggaran terhadap ke­tentuan peraturan bupati ini dikenakan sanksi sesuai ke­tentuan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lin­tas dan angkutan jalan,” jelas Ade Yasin.

Diketahui, Pemprov Jawa Barat berencana membangun tol tambang di wilayah Kabupaten Bogor sepanjang 24 kilometer. Jalan tersebut rencananya akan menyambungkan setiap quarry yang ada di wilayah Rumpin, Cigudeg dan Parungpanjang.

Nantinya, pembangunan jalur tambang ini akan dimulai dari Jalan Bunar dan akan menembus ke quarry yang ada di Cigudeg dan Parungpanjang.

Bahkan, Pemprov Jabar sendiri sebelumnya diketahui sudah mengantongi feasibility study (FS) dan DED untuk jalur khusus tambang tersebut.

Seiring rencana itu, BPJT juga diketahui berencana membangun Tol Bogor-Serpong via Parung atau yang akrab disebut Jakarta Outer Ring Road III (JORR-III) dan Sentul Selatan-Karawang Barat.

Dengan rencana BPJT itu, Pemkab Bogor memperkirakan jika ada keuntungan yang didapat Pemprov Jawa Barat. Dimana rencana pembangunan tol tambang sepanjang 24 kilometer bisa dikerjakan setengahnya.

Rencana itu pun sebelumnya telah dibahas bersama antara BPJT dengan Pemkab Bogor pada Maret 2021. Pemkab Bogor menilai jika rencana tersebut sangat penting. Sebab, jarak bukaan tol dengan quarry (lokasi tambang, red) hanya berjarak satu kilometer saja.

Sebelumnya, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Suryanto Putra menjelaskan, terdapat tiga alternatif pembangunan yang dimiliki, dapat dibangun oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

Hanya saja, jika hal tersebut dilakukan maka akan diperlukan penurunan status jalan Provinsi Eksisting.

“Secara regulasi tidak boleh ada jalan provinsi yang menghubungkan dua simpul yang sama,” ujar Suryanto.

Suryanto mengatakan, karena alternatif 1,2 dan 3 akan membangun jalan secara lintas provinsi, yakni Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten, rencana jalan tersebut sulit dikembangkan.

Sebab, secara regulasi, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat tidak dapat membangun jalan di provinsi lain.

Untuk itu, lanjutnya, saat ini alternatif keempat memiliki regulasi yang paling memungkinkan untuk dibangun. Namun, memerlukan beberapa bagian milik perusahaan tambang untuk dijadikan jalan.

Selain itu, pada alternatif ini akan disiapkan pengembangan jaringan menuju jalan tol apabila koordinasi untuk lintas provinsi dan akses tol langsung telah selesai.

“Apabila dibangun oleh Provinsi, maka status jalan alternatif dapat diajukan menjadi jalan provinsi. Namun, apabila alternatif keempat ini dibangun oleh konsorsium tambang, alternatif keempat ini dapat menjadi jalan khusus,” terangnya.

Mengenai perusahaan tambang, Suryanto mengatakan, Pemkab Bogor sudah mengundang beberapa perusahaan tambang. Sebab, kendaraan-kendaraan besar dari perusahaan tambang juga merupakan pengguna jalan Parungpanjang.

Selain pengguna jalan, Suryanto mengatakan, para perusahaan tambang tersebut juga memiliki peran untuk memberi beberapa bagian lahan miliknya untuk menjadi jalan khusus tambang. Setidaknya, saat ini ada hampir 100 perusahaan tambang di Kabupaten Bogor.

“Provinsi sudah ngundang. Pasti ada peran dari lahan dari kawasan tambang. Pasti kita akan minta dari pemilik tambangnya,” ujarnya.

Namun, sambungnya, pendekatan terhadap para perusahaan tambang akan dilakukan setelah alternatif untuk pembangunan jalan khusus tambang sudah dipilih. “Semua nanti setelah fix pilihan baru nanti kita lakukan pendekatan lagi,” tuturnya.

Diketahui, Jalan Parungpanjang yang merupakan salah satu akses jalan Provinsi Jawa Barat ini mengalami kelebihan kapasitas.

Sebab, banyak kendaraan besar milik perusahaan tambang lalu lalang di jalan tersebut yang menyebabkan jalan rusak, dan menyebabkan kecelakaan. Kendaraan-kendaraan besar itu diketahui berasal dari berbagai daerah tambang di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten.

Suryanto mengatakan, untuk jalan khusus tambang saat ini belum ada detail engineering design (DED) yang pasti. Termasuk trase juga belum ditetapkan, apalagi ada rencana jalan khusus tambang ini akan diintegrasikan dengan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) III.

“Jalan ini yang mengusulkan memang Kabupaten Bogor, nanti setelah ditentukan trase baru DED dari Pemprov Jawa Barat. Tapi pembicaraan sudah ada sama Pemkab Bogor, sudah udah ada rencana 2022. Hanya saja kondisi Covid-19 yang membuat pembiayaan agak berat karena semua fokus ke penanganan Covid-19,” tutupnya. (Vhe)

Artikel sebelumyaSelain Bupati Jember Pak’e Juga Menghadiri HUT 20 RSD Balung Jember
Artikel berikutnyaLelang Proyek Pembangunan Besar Jangan di Tumpuk di Akhir Tahun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here