Sentra Industri Sabut Kelapa Beri Nilai Tambah Bagi Petani Tanjabbar

0
95

Modusinvestigasi.com, Tanjab Barat – Pembangunan sentra industri sabut kelapa di Kabupaten Tanjab Barat, Jambi, dinilai bisa menjadi solusi yang menguntungkan untuk petani terkait pengelolaan limbah dari komoditas perkebunan itu.

Perkebunan kelapa merupakan perkebunan yang paling potensial karena pohon kelapa sangat banyak sekali manfaat nya. Pohon kelapa sering di sebut pohon kehidupan karena semua komponen nya dapat diolah lebih lanjut menjadi produksi Industri yang bervariatif, salah satunya serabut kelapa.

Selama ini serabut kelapa masih dianggap sebagai limbah, hanya daging buahnya saja yang banyak di manfaatkan sehingga produktivitas nya masih rendah padahal diluar negeri serabut kelapa yang menghasilkan produktivitas tinggi melalui pengolahan yang di lakukan salah satu ‘Pengusaha Muda’ LUKAS dari Tanjabbar Desa Karya Maju Kecamatan Pengabuan.

Beliau katakan”produk turunan serabut kelapa terdiri dari beberapa jenis diantaranya Cocofiber dan Cocopeat. Cocofiber dapat diolah menjadi tali dan door-mat sedangkan cocopeat menjadi media tanam dalam usaha pembibitan (nursery) dan telah di gunakan oleh pihak PT.WKS (Wira Karya Sakti).

Melihat besarnya peluang ini,Lukas pengusaha Muda dari Tanjabbar ini menyampai kan kepada Media Modus Investigasi 05/02/2021, 10:30 Wib di Pabriknya menginginkan Support dari pihak pemerintah kabupaten melalui Dinas Koperindag dapat membuat suatu terobosan bagaimana IKM (Industri Kecil Menengah) ini bisa memenuhi permintaan pasar, produk turunan kelapa dari luar provinsi.

Lukas, mengatakan selama ini kami kerapkali bingung mengolah limbah berupa sabut kelapa,karna kekurangan alat mesin produksi karna satu unit mesin itu salah satu contoh nya kita butuh mesin pemintal yang harganya bukan murah- murah, bisa  bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah,”katanya.

Dia juga menambahkan nanti nya terkait pengolahan IKM (Industri Kecil Menengah) pihak nya juga akan berencana bekerjasama dengan BUMDes yang ada di desa Karya Maju Kecamatan Pengabuan dan nanti akan di bahas mengenai manajemen nya supaya lebih profesional.

Sebelumnya, Kepala Bidang perindustrian Dinas  Koperindag Kabupaten Tanjab Barat Zuelfa,di ruang kerjanya 08/02, mengatakan di tahun 2019 melalui dana kementerian perindustrian ada bantuan untuk enam kelompok petani turunan kelapa untuk Kecamatan Pengabuan salah satunya alat pembakaran arang tempurung dan satu paket alat bengkel Otodrill dan itu sudah kami lakukan melalui dana APBN.

sedangkan kan dari APBD kita sendiri kami hanya melakukan pembinaan, pemasaran atau mencari kan peluang pasar, sedangkan bantuan peralatan melalui APBD, untuk beberapa tahun ini belum ada sama sekali. Adapun itu hanya berbentuk pelatihan pembuatan minyak CPO.

Di tahun 2021 ini memang tidak ada Program yang ada hanya berupa pelatihan sesuai permintaan masyarakat,yang ada dari Desa Muara Danau. Ia juga berharap mudah-mudahan  untuk tahun depan ada, itu pun di sesuai kan dengan kemampuan APBD kita.

Inti nya kalau Dinas ini kan berdasarkan usulan dari bawah atau pun berbentuk proposal IKM berdasarkan  satuan kelompok bukan perorangan dan tujuan nya ke Bupati  Setelah itu Bupati mendisposisikan kedinas tehknis mana yang lebih tepat.

Baru di kelola dan di masukan dalam Anggaran itu pun melalui mekanisme seperti BKAD (Badan Keuangan Aset Daerah) dan segala macam,”ujarnya.

Diwaktu yang sama kami dari awak media menyempatkan untuk meminta statmen lewat via Wathsap, Suprayogi Syaiful S,ip Anggota DPRD Tanjab Barat Komisi 2, menyampai kan beliau ingin pihak Dinas Koperindag mengakomodir dan memfasilitasi dialog-dialog yang penting terkait kebutuhan kawan-kawan IKM itu sendiri baik itu tentang sumber dana bantuannya Fasilitas maupun Pemasarannya sendiri,pihak Dinas juga harus turun kelapangan jemput bola dan Merangkul ajak diskusi seperti apa yang bisa di berikan Pemkab khusus nya Dinas Koperindag terkait UKM yang ada di Tanjabbar ini.

Beliau juga berharap di Era Globalisasi ini yang semua nya serba digital tentu pengelolaan-pengelolaan Industri Kecil Menengah menjadi perhatian khusus lah dari pihak Koperindag agar mereka mampu bersaing untuk memasarkan produk – produk mereka kepasar tingkat Lokal Nasional maupun Internasional.

(Yus)