Beranda Daerah 4 Kecamatan Terancam Banjir, Tanggul Citarum Amblas

4 Kecamatan Terancam Banjir, Tanggul Citarum Amblas

5
0

Modusinvestigasi.Online, BEKASI – Tanggul kritis Sungai Citarum di Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi rawan jebol. Karena saat ini, tanggul kritis sepanjang 300 meter kondisinya amblas.

“Sebenarnya di sini ada 700 meter tanggul kritis. Nah sekarang sedang dilakukan penurapan, mungkin karena tanahnya labil jadinya amblas,” kata Camat Cabangbungin, Asep Buchori, Selasa (4/1/2022).

Asep mengatakan, tanggul kritis tersebut amblas sejak Minggu (2/1/2022). Titik tanggul amblas semakin memanjang hingga 300 meter pada Senin (3/1/2022) sore.

Jika tanggul yang amblas tersebut jebol, maka delapan desa dan empat kecamatan bisa terdampak limpasan air Sungai Citarum.

“Tiga sampai empat kecamatan dan delapan desa di Cabangbungin bisa terendam hingga ketinggian air dua meter kalau tanggul kritis yang amblas itu jebol. Di sini ada 55 ribu penduduk dan 30 ribu hektare area pertanian, kalau terjadi bencana (tanggul jebol) maka pemulihan ekonomi akan lebih sulit lagi,” katanya.

Menurut Asep, tanggul kritis yang amblas tersebut berpotensi jebol jika intensitas hujan tinggi dan debit air meningkat di hulu Sungai Citarum.

“Kalau intensitas hujan terus menerus selama 20 hari, kemudian debit air meluap dari hulu maka bisa jebol. Apa lagi ini tanggul yang amblas posisinya di belokan, hantaman air keras maka bisa jebol tanggulnya,” ucapnya.

Tempat Evakuasi Warga Disiapkan

Muspika Cabangbungin sudah menyiapkan lokasi untuk evakuasi warga jika tanggul kritis yang amblas tersebut jebol.

“Kami dengan BPBD, Linmas, Polsek dan Koramil sudah membuka posko di pinggir Citarum, kami juga sudah bikin petunjuk evakuasi. Untuk warga yang dievakuasi, kami sudah membuka tenda di kantor kecamatan,” katanya.

Asep menuturkan, perbaikan tanggul kritis Sungai Citarum di Cabangbungin Kabupaten Bekasi sementara ini hanya dilakukan secara kegawatdaruratan. Perbaikan tersebut menurutnya tidak akan menyelesaikan masalah jika belum dilakukan secara permanen.

“Kemarin sudah memasang turap pakai bambu, beronjong, tapi itu bukan menyelesaikan masalah. Karena memang harusnya dilakukan perbaikan permanen. Perbaikan tanggul permanen tidak bisa dalam waktu dekat, tapi harus dalam waktu dekat. Tidak bisa singkat tapi harus segera dilaksanakan perbaikan secara permanen,” ungkapnya. (Red)

Artikel sebelumyaPemerintah Putuskan Vaksinasi Booster Mulai 12 Januari Mendatang
Artikel berikutnyaDiduga Harga PS3R Desa Sukahurip Melambung Mahal KSM Minta Terbuka Pengelolaan Anggaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here