Beranda Daerah Sering Padam, Tarip kWh Nambah, Warga Keberatan PLN Rayon PKL Kerinci Perlu...

Sering Padam, Tarip kWh Nambah, Warga Keberatan PLN Rayon PKL Kerinci Perlu di Usut

4
0

Modusinvestigasi.Online, Pelalawan – Kedatangan RT 01Rw06 Rawa badak Kelurahan Kerinci Timur Kecamatan PKL Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau dengan tujuan mempertanyakan lampu listrik selalu padam kepada pihak PLN  sepihak di Komplek Perumahan BTN Keluarga, karena sesuai pengakuan Pak RT Candra Hutabarat, bahwa menejer PLN yang sudah mutasi selalu memberikan harapan, bahwa traponya akan diganti supaya jangan terjadi padam.namun sampai sekarang selalu padam, pihak PLN Rayon PKL kerinci menjawab Minggu depan pasti kita perbaiki kalau tidak bisa langsung berhadan dengan Menejer ungkap Suverpesor tehniknya.

Dengan demikian warga mencurigai Tukang catat Meteren, karen petugasnya langsung antar kwitansi kerumah warga tanpa cek Meteren, tetapi di dalam kertas sudah di tentukan taripnya belum tanggal 20/11/2021, karena biasanya kwhnya tercatat artinya Awal-Akhir tercatat sehingga warga tidak curiga bahwa ada penipuan di dalamnya.

Dalam hal ini pihak yang berhak melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan /jajarannya, karena  masyarakat selalu diancam kalau tidak bayar akan terjadi pemutusan, sementara NKRI memiliki Lima sil, lain hal benar-benar tidak mau bayar, maka terjadi tindakan dari pihak PLN (12/11/2021).

Di Kabupaten Pelalawan ada dua pelayanan pelanggan listrik yaitu BUMD milik Pemda yang kedua Milik Negara, yang menjadi kejangalan adalah milik Pemda Pelalawan pelanggannya ada selembar kertas di gantungkan dekat meteran listriknya supaya petugasnya langsung mencatat kwhnya yang sedang di pakai kalau pihak PLN Rayon PKL Kerinci Tanpa catat Meteren tiba -tiba datang kerumah warga bawa kwitansi tagiha, seperti sangat perlu di reformasi demi keadilan bernegara di NKRI yang kita cinta ini. (TS)

Artikel sebelumyaVonis 9 Tahun Tidak Membuat Efek Jera Edhy Prabowo
Artikel berikutnyaAsah Naluri Tempur, Prajurit Kodim 0715/Kendal Gelar Latihan Nembak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here